ISTANBUL – Rasisme tampaknya telah menjamur dalam dunia sepakbola. Aksi rasial tampaknya bukan hanya terjadi di Italia saja, melainkan juga terjadi di negara-negara lain, seperti Turki.
Ialah Didier Drogba, pemain yang kerap menjadi sasaran rasisme. Meski kerap menjadi korban, striker milik Galatasaray itu mengaku takkan pergi dan menegaskan akan terus berjuang dengan The Lions –julukan Galatasaray.
Pemain asal Pantai Gading itu belum lama ini melakukan kunjungan ke kediaman Menteri Olahraga Turki, Suat Kilic menyusul peristiwa rasisme yang dilakukan sejumlah suporter Fenerbahce saat menghadapi Galatasaray. Dua orang suporter tertangkap kamera tengah memegang sebuah pisang dan membuat sebuah gerakan rasial yang ditujukan kepada Drogba.
“Itu bukan yang pertama kali terjadi, saya sangat senang tinggal di Turki dan tindakan itu hanya ulah individu saja,” kata Drogba, seperti dilansir Soccerway, Selasa (21/5/2013).
Sementara sang Menteri, Suat Kilic mengaku tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa para suporter di Turki melakukan aksi tercela kepada pemain non Turki. Kilic menambahkan bahwa apa yang dilakukan suporter Fenerbahce merupakan hal yang sangat memalukan.
“Saat saya menyaksikannya, saya pikir dia hanya (suporter) akan membuang pisang ke lapangan, saya sama sekali tidak tahu bahwa itu merupakan tindakan rasial. Insiden ini sangat menyedihkan!” tegas Kilic.
Sementara striker milik Sarı Kanaryalar –julukan Fenerbahce, asal Kamerun, Pierre Webo menyarankan agar insiden rasial tersebut dilupakan dan jangan terlalu dibesar-besarkan. “Saya pikir yang terbaik adalah untuk tidak membicarakan hal itu. Semakin banyak membicarakannya, maka akan semakin buruk. Kami tahu apa itu rasial, namun kami sangat nyaman di Turki,” tutur Webo.
Follow @bola_okezone untuk update seputar sepakbola
(Rintani Mundari)