SLEMAN - PSS Sleman memastikan baka tampil ofensif kala menjambangi markas PSBI Blitar di Stadion Gelora Supriyadi dalam lanjutan Divisi Utama LPIS Grup 2 besok sore (19/5/2013). Tim berjuluk Elang Jawa tetap akan menerapkan permainan menyerang. Tujuannya hanya satu, yakni mewujudkan ambisinya membawa pulang 3 poin.
Pelatih Yusak Sutanto mengaku sudah mengantongi kelebihan dan kekuatan tim berjuluk Singo Lodro ini. Beberapa kelebihan PSBI Blitar antara lain tim yang berdiri sejak 1928 ini memiliki mobilitas tinggi dalam menyerang. "Jadi, terlalu riskan jika kami hanya menerapkan gaya bertahan. Kami akan mengimbangi dengan pola menyerang," katanya, Sabtu (18/5/2013).
Selain itu, kata Yusak, PSBI juga memiliki transisi menyerang ke bertahan yang cukup bagus, begitu juga sebaliknya. "Begitu serangan mereka gagal, mereka langsung turun bertahan. Itu dilakukan dengan cepat. Transisi permainananya bagus," imbuh eks Pelatih Persika Karawang.
Dengan kekuatan yang sudah dikantongi itu, Yusak optimistis bisa mengambil poin penuh dari tim yang juga memiiki julukan Laskar Soekarno ini. "Sebisa mungkin memenangi pertandingan. Kami optimistis bisa meski PSBI bukan tim yang mudah dikalahkan," tegasnya.
Persoalannya, tim kebanggaan publik Sleman ini tidak bisa turun full team menghadapi tuan rumah. Hampir dipastikan, dua pemain yang menempati posisi di sektor belakang, masing-masing kapten Abda Ali dan Usep Munandar tidak bisa dimainkan dalam laga tersebut. Kondisi keduanya masih belum fit dari cedera yang dialaminya. Namun, keduanya tetap dibawa dalam rombongan bersama 18 pemain ke Blitar.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Yusak akan mempercayakan duet lini belakang kepada Ade Cristian bersama Wahyu Gunawan atau Waluyo. "Kami sudah menyiapkan pemain penggantinya. Kami yakin dua pemain yang menempati pos tersebut bisa bekerja maksimal,' ungkapnya.
Sebagai juru gedor, Yusak masih mempercayakan duet Monieaga Bagus Suwardi dan Noh Alamshah. Duet ini kian padu dalam beberapa laga terakhir yang dijalaninya. Namun , jika salah satu di antara keduanya kurang maksimal, Basten Tri Pamungkas siap dimainkan.
Di lini tengah, hampir hampir pasti tidak ada perubahan komposisi pemain. Hanya saja, M. Fachrudin yang pada laga terakhir agak ditarik ke tengah, pada laga kontra PSBI akan dikembalikan ke posisi alamiahnya, yakni sebagai gelandang sayap kiri. Gelandang sayap kanan tetap diberikan kepada Fajar Listyantara.
Di bagian lain, Pelatih PSBI Blitar M. Arifin mengakui, PSS Sleman menjadi salah satu rival terberat di Grup 2. Dia mengakui, meski berstatus tuan rumah memang berat bisa memenangi laga. "Materi pemain PSS sangat komplet, bertabur pemain bintang dan berpengalaman. "Kami mengintrukskan anak-anak bermain normal dan tanpa beban," ujarnya.
Menurut dia, ada dua pemain PSS yang patut diwaspadai, yakni Noh Alamshah dan H. Fachrudin. Kedua pemain ini sangat berbahaya jika memberikan ruang saat mendapatkan bola. "Namun, semua pemain lawan tetap harus diwaspadai. Kami beruntung di laga ini tidak ada pemainnya yang cedera maupun akumulasi kartu," ungkapnya.
(Muhammad Indra Nugraha)