GRESIK — Disebut tidak akan berbuat banyak menghadapi raksasas Persipura Jayapura, Persegres Gresik United kurang nyaman. Mereka bertekad memberikan perlawanan keras untuk membendung laju Mutiara Hitam yang musim ini belum tersenggol kekalahan sekali pun.
Kubu Persegres optimistis bisa membuat Stadion Persegres lebih menakutkan dibanding Stadion Kanjuruhan, markas Arema Cronous. Stadion Kanjuruhan sebelumnya ternoda karena Persipura memetik kemenangan di sana. Target menang pun digelorakan Pelatih Persegres Widodo C Putro.
Berdasar rekor pertemuan, Persegres bisa menepuk dada karena sama-sama pernah kalah dan menang. Dari empat pertemuan dalam dua musim terakhir, Persegres dan Persipura sama-sama menang dua kali. Musim ini keduanya juga saling mengalahkan. Persegres pernah menumbangkan Persipura 1-0 di Stadion Petrokimia.
Tapi itu terjadi di pertandingan ujicoba pra musim sebelum kompetisi Indonesia Super League (ISL) bergulir. Sedangkan di kompetisi resmi, Laskar Joko Samudro dihantam kekalahan berat 4-1 saat bertandang ke Stadion Mandala, Jayapura, pada akhir putaran pertama lalu.
Bagi Widodo, tidak ada kata menyerah atau membuat target tanggung sebelum timnya berjuang di lapangan. Dia yakin Persipura memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan timnya, terlepas dari catatan spektakuler mereka selama ini. Sejauh timnya tidak keder sebelum laga, dia yakin target bisa dicapai.
“Kami terus mempelajari sisi kelemahan Persipura yang bisa dimanfaatkan. Pastinya Persegres akan memberikan perlawanan dan tidak ingin kehilangan poin walau lawan sangat bagus. Akan sangat membanggakan kalau kami bisa menjadi tim pertama yang bisa mengalahkan Persipura,” urai Widodo C Putro.
Skuad anyar yang sarat pengalaman menjadi tambahan kepercayaan diri, apalagi sudah terbukti bisa memenangkan pertandingan lawan Persiwa Wamena pekan lalu. Erol Iba, Ambrizal, Diogo Santos, serta Ngon Mamoun bakal kembali menjadi pilihan utama saat menyambut Mutiara Hitam.
Widodo yakin kwartet pertahanan yang sarat pengalaman di kompetisi level satu bisa mengimbangi serbuan Boaz Solossa dkk. “Di pertandingan kedua ini idealnya pemain baru sudah bisa lebih baik. Saya tidak menuntut berlebih, tapi mengingat lawan sangat berkualitas, jadi harus tampil dengan kemampuan terbaik,” sebutnya.
Persoalannya sekarang, adakah strategi khusus untuk membendung gelora anak-anak Jayapura? Pelatih yang pernah menangani Persela Lamongan ini belum menguak secara gamblang. Namun dia memastikan ada strategi khusus untuk menghadapi kekuatan milik Jacksen F Tiago.
Masih seperti pertemuan di putaran pertama lalu, Persegres masih memandang sosok Boaz Solossa sebagai kekuatan penting Persipura. Pekan lalu Boaz juga menjadi momok bagi Arema Cronous dengan mencetak satu gol. Pada putaran pertama lalu, bahkan Boaz menciptakan dua gol ke gawang Persegres saat bentrok di Jayapura.
“Persipura adalah tim yang memiliki variasi serangan sangat seimbang dari berbagai sektor, sehingga sangat sulit diantisipasi. Jadi semua lini juga harus bisa mengimbangi permainan mereka. Tidak ada satu pun yang boleh lemah jika menghadapi kekuatan seperti itu,” papar Widodo.
Laga nanti sekaligus pembuktian bagi Persegres bisa memenangi pertandingan selain menghadapi Persiwa Wamena. Maklum, dari 13 pertandingan, Persegres mencatat dua kali kemenangan dan dua-duanya diperoleh kala menghadapi Persiwa, baik di Wamena maupun di Gresik.
Sementara, pasukan Persipura yang sudah berada di Surabaya rencananya Sabtu (18/5) pagi menjajal Stadion Petrokimia Gresik. Persipura bakal tetap menurunkan kekuatan lengkap karena tidak ada gangguan apa pun. Formasi seperti kala menghadapi Arema, hampir dipastikan bakal dipertahankan Jacksen F Tiago.
Klik di sini untuk update berita bola
(Fitra Iskandar)