BARCELONA - Dua tim asal Spanyol, Barcelona dan Real Madrid gagal melaju ke babak final Liga Champions, usai ditumbangkan tim-tim asal Jerman, Bayern Munich dan Borussia Dortmund. Namun, jika dikatakan kalau sepakbola Jerman sekarang berada di atas Spanyol, gelandang Blaugrana, Xavi Hernandez menolaknya.
Pada Rabu (1/5) dini hari WIB lalu, Los Merengues harus tersingkir karena kalah agregat 3-4, meskipun pada leg kedua di Santiago Bernabeu mampu meraih kemenangan 2-0. Keesokan harinya, dini hari tadi, perjalanan Barca di Liga Champions musim ini berakhir lebih tragis lagi, di mana mereka dipermalukan 0-3 di Camp Nou, sehingga akhirnya kalah agregat 0-7.
“Mungkin, kami belum mencapai fisik terbaik dan kami memiliki banyak (pemain) yang cedera, tapi itu bukanlah alasan. Bayern telah menjadi tim yang superior, dan selalu dominan pada setiap sisi sepakbola yang mereka mainkan,” ujar Xavi, seperti dilansir Football-Espana, Kamis (2/5/2013).
“Ya, betul hasilnya seperti itu (Jerman unggul) dan mereka merupakan dua tim yang pantas menjadi finalis. (Tapi), tak fair untuk mengatakan bahwa sepakbola Jerman sekarang berada di atas sepakbola Spanyol, setelah dua (pertandingan) babak semifinal,” sambung pemain asli binaan La Masia berusia 33 tahun tersebut.
Kendati timnya mendapat hasil mengecewakan pada dua laga semifinal, Xavi berharap tak ada perubahan besar-besaran di tubuh Barcelona. Menurutnya, para penggawa Blaugrana saat ini masih mampu bersaing, dan hasil buruk kemarin lebih disebabkan karena hebatnya permainan Bayern pada dua leg semifinal.
“Seharusnya tak ada (perubahan) drastis (dalam tim). Kami telah bersaing di Cup, Liga dan Liga Champions tapi kami tergelincir ketika melawan Real Madrid dan Bayern. Saya optimistis dan yakin bahwa Barca memiliki masa depan (cerah), dan kami memiliki tim yang berhasrat untuk menang,” ujar Xavi.
“Kami telah mencoba. Comeback nyaris mustahil dan gol Robben membuatnya menjadi benar-benar mustahil. Mereka telah menjadi tim yang lebih baik dan mereka ada di level berbeda,” sambung pemain yang bersama Andres Iniesta dan Sergio Busquets menjadi sosok sentral di lini tengah Barca sejak beberapa tahun ke belakang.
Follow @bola_okezone untuk mendapatkan info seputar sepakbola
(Aditya Putra)