PANGGUNG Liga Champions hanya meyisakan empat tim menuju final di Wembley 25 Mei mendatang. The Fantastic Four Team dari dua negara akan mementaskan duel terbaik demi satu tempat di partai puncak. Jerman atau Spanyol yang berjaya?
Semifinal pertama akan dibuka dengan partai Bayern Munich kontra Barcelona, Rabu (24/4) dini hari nanti WIB. Duel ini dipastikan menarik, karena banyak yang menilai, kedua tim memiliki komposisi pemain yang seimbang.
Barca seperti kita ketahui menerapkan strategi tiki-taka sebagai senjata andalan mereka. Dengan trio Xavi Hernandez, Andres Iniesta dan Lionel Messi (kabarnya sudah pulih dan siap tempur) yang jadi motor tim, El Barca diprediksi bakal mendominasi laga (penguasaan bola), meski bermain di Allianz, markas Bayern.
Sementara itu, Bayern juga dikenal sebagai tim yang mengandalkan kolektivitas. Dengan permainan cepat ala Jerman yang dimotori Franck Ribery, Arjen Robben atau Bastian Schweinsteiger serta dipadukan dengan umpan-umpan silang dan lambung yang memanjakan ‘menara’ mereka di depan yakni Mario Mandzukic atau Mario Gomez, FC Hollywood siap menebar ancaman buat Barca yang memang lemah dalam mengantisipasi bola udara.
Bayern harus tampil menekan jika ingin mengikuti jejak tim-tim seperti AC Milan dan Paris Saint Germain yang mampu membuat Barca kesulitan saat bermain tandang. Skuad arahan Jupp Heynckes harus bisa mendapatkan modal yang cukup jika tidak ingin menderita saat melakoni leg kedua di Camp Nou, sepekan berselang.
Bayern punya modal untuk melakukan itu, mengingat rekor mereka yang sukses memetik 11 kemenangan dari 13 laga kandang. Mereka juga didukung rekor apik di mana hanya kalah sekali dari 20 kali pertemuan kontra tim Spanyol. Terakhir, rival Barca, Real Madrid yang jadi korban Bayern di semifinal musim lalu.
Namun, Blaugrana juga punya rekor yang tak kalah mentereng. Meski rekor tandang mereka kurang baik di musim ini, jika menilik rekor mereka menghadapi klub Jerman, Bayern harus waspada. Dalam delapan kali tandang ke Negeri Bavaria, El Barca tak pernah pulang dengan kepala tertunduk. Terakhir kali bertandang ke Allianz pada musim 2008/2009 lalu, Barca pulang dengan kemenangan 2-0.
Jadi, mungkin yang akan jadi kunci di pertandingan ini adalah fokus dan disiplin. Siapa yang mampu menjaga konsentrasi dan bermain disiplin dalam menerapkan strategi pelatih selama 90 menit, punya kans lebih besar untuk menang.
Prediksi: Bayern 55:45 Barcelona
Sehari berselang, giliran kota Dortmund yang akan jadi pusat perhatian. Berpusat di Signal Iduna Park, tuan rumah Borussia Dortmund akan menjamu tamu agung, Real Madrid, Kamis (25/4) dini hari WIB.
Memori indah langsung tergambar dalam benak para pemain Dortmund ketika Ruud van Nistelrooy membuka bola undian yang bertuliskan nama Madrid sebagai lawan mereka.
Meski di atas kertas Madrid punya skuad lebih baik, namun Dortmund menilai El Real adalah lawan yang paling mungkin mereka kalahkan, dibanding dua tim lain Barcelona dan Bayern Munich.
Pelatih Jurgen Klopp juga nampak pede karena pada awal musim ini sempat membuat pelatih sekaliber Jose Mourinho ‘cemong’. Sekilas ke belakang, Dortmund dan Madrid sempat bentrok pada penyisihan grup musim ini.
Hasilnya, Dortmund lebih superior. Menjamu Madrid lebih dulu pada leg pertama, Dortmund membuat kejutan dengan meraih kemenangan 2-1. Sementara pada saat tandang ke Bernabeu, skuad Die Borussen nyaris kembali membuat Cristiano Ronaldo cs menelan aib, andai Mesut Ozil tidak mencetak gol untuk memaksakan hasil 2-2 di menit-menit akhir laga.
Nah pada duel kali ini, Dortmund juga mengusung kepercayaan diri tinggi, lantraran punya rekor apik saat bermain di kandang. Juara Bundesliga di dua musim lalu itu merupakan tim dengan rekor kandang terbaik dari tiga semifinalis lainnya.
Lima kali main di kandang, lima kali juga Dortmund memetik kemenangan dengan rekor mencetak 10 gol dan hanya kebobolan 3. Korban terakhir juara UCL 1997 ini ialah klub Spanyol, Malaga yang mereka kalahkan secara dramatis 3-2 di perempatfinal.
Namun, untuk kali ini Klopp dan anak asuhnya dipastikan tak boleh tinggi hati atau over confident. Sebab, ini sudah babak semifinal dan motivasi punggawa Madrid dipastikan tidak akan sama seperti beberapa bulan lalu. Mereka akan berjuang habis-habisan demi ambisi menggapai La Decima (gelar ke-10).
Pelatih Jose Mourinho juga pastinya sudah belajar dari kekalahan pada penyisihan grup lalu. Pelatih berjuluk The Special One ini sudah membuktikan hal itu kepada Barcelona. Madrid yang di awal-awal kedatangannya selalu kalah dari Barca, kini sudah mulai mampu mengimbangi. Bahkan, dalam dua pertemuan terakhir El Clasico, Mou sukses membawa Los Merengues menaklukkan Blaugrana.
Dalam laga nanti, Mou diprediksi bakal menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain menekan, demi membatasi ruang gerak dan alur bola dari tengah ke depan. Mou akan meminta para gelandangnya mengisolasi Mario Gotze atau Marco Reus supaya tak bisa mengirim bola ke Robert Lewandowski.
Nah, saat pemain-pemain Dortmund mulai frustrasi dan membuat kesalahan, di situlah strategi counter-attack cepat dilakukan. Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria dan Mesut Ozil akan berakselerasi memecah konsentrasi Matt Hummels dkk demi membuka ruang buat Karim Benzema atau Gonzalo Higuain sebagai target man.
Strategi 4-2-3-1 ini terbukti ampuh saat El Real melumpuhkan Manchester United dan Galatasaray di partai sebelumnya. Jadi, kubu Dortmund dipastikan tak boleh terlalu bernafsu melakukan tekanan jika tidak ingin berakhir dengan jebolnya gawang mereka.
Prediksi: Dortmund 50: 50 Madrid
Follow @bola_okezone untuk mendapatkan info seputar sepakbola
(Achmad Firdaus)