KUALA LUMPUR – Wakil-wakil dari lembaga penegak hukum, Asosiasi Anggota AFC, dan industri taruhan bertemu dalam konferensi Interpol internasional. Konferensi itu digelar dengan tajuk ‘Pembenahan Pertandingan: Sisi Buruk dari Permainan yang Indah’ dan berlangsung di Kuala Lumpur, 20-21 Februari.
Pembahasan dalam konferensi ditujukan demi mengidentifikasi taktik yang digunakan oleh jaringan kejahatan terorganisir di balik ancaman global untuk olahraga dan meningkatkan upaya pencegahan. Demikian disebut dalam media-release dari AFC kepada Okezone.
Sebanyak 200 peserta menghadiri konferensi selama dua hari ini. Konferensi diselenggarakan oleh Interpol di unit Integritas Olahraga, sebagai bagian dari pelatihan, pendidikan, dan inisiatif pencegahan bersama Interpol/FIFA dalam kemitraan dengan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC).
“Kita perlu mengakui bahwa pengaturan pertandingan merupakan bahaya nyata bagi nilai-nilai etika sepakbola dan perlu dihilangkan untuk menjaga kesucian olahraga,” kata Pejabat Presiden AFC Zhang Jilong di hadapan delegasi, Rabu (20/2/2013).
Ditambahkan, partisipasi seluruh delegasi dalam konferensi membuktikan bahwa semua orang siap bekerja bahu-membahu untuk memberantas ancaman bahaya dari pertandingan sepakbola. Pengaturan pertandingan terlalu kompleks dan luas untuk satu organisasi saja melawannya secara sendirian. “Untuk melawan itu, diperlukan upaya bersama dan terkoordinasi,” tambah Jilong.
Sekretaris Jenderal AFC Dato’ Alex Soosay meminta Asosiasi Anggota AFC untuk berkomitmen dalam memerangi pengaturan pertandingan.
“Kami berharap dapat merangkul 47 Anggota Asosiasi kami dalam cara yang sangat istimewa dengan memberantas semua elemen negatif yang telah menjangkiti permainan indah sepakbola kami dalam beberapa tahun terakhir,” kata Soosay.
(Muhammad Indra Nugraha)