LONDON - Pemain Timnas Inggris U-21, Danny Rose, bersikeras meminta Serbia dihukum oleh UEFA. Hal ini terkait tindakan rasisme yang menimpa dirinya saat membela Inggris melawan Serbia di babak play-off Euro U-21, kemarin.
Laga yang dimenangkan 0-1 oleh Inggris itu memang berakhir ricuh sebelum laga berakhir. Kejadian berawal usai Conor Wickham mencetak gol, para pemain Inggris pun merayakan gol kemenangan Tiga Tersebut.
Namun, saat melakukan selebrasi tersebut, para pemain Serbia menghampiri Rose. Tim tuan rumah merasa kesal dengan selebrasi yang berlebihan dari Rose dan memacu kemarahan para penonton.
Rose pun terpancing emosinya hingga menendang bola ke arah penonton, akibatnya ia terkena kartu merah dari wasit. Rose menuturkan bahwa sikapnya tersebut tak lain karena perlakuan rasial dari para penonton saat dirinya melakukan pemanasan jelang laga dimulai.
“Para fans (Serbia) meniru suara monyet dan pada babak kedua ada lemparan batu yang mengenai kepala saya saat melakukan lemparan ke dalam. Saat itu pikiran saya sudah tidak lagi konsentrasi ke pertandingan,” ungkap Rose kepada Sky Sports.
“Mereka benar-benar harus dihukum. Saya sudah tak mengerti bagaimana lagi mereka harus belajar dari hal-hal seperti ini,” sambungnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA) yang mengutuk tindakan tuan rumah. FA berharap UEFA bisa memberi tindakan tegas kepada Serbia atas insiden rasial ini.
“FA sudah melaporkan kejadian rasial ini kepada UEFA berdasarkan pertandingan itu. Aksi tersebut ditunjukkan kepada pemain Inggris berkulit hitam oleh para pendukung tuan rumah,” tulis FA pada situs resminya.
Kasus rasial ini bukan pertama kalinya menimpa Serbia. Pada tahun 2008 Serbia terkena denda dari UEFA sebesar 16 ribu pounds, akibat tindakan rasial para penontonnya kepada bek Inggris, Nedum Onuoha.
(Muhammad Indra Nugraha)