BILBAO – Mega-transfer Javi Martínez dari Athletic Bilbao ke Bayern Munich, ternyata masih menyisakan perkara bagi pihak yang ditinggalkan. Bahkan Bilbao mencanangkan pengaduan resmi terhadap Bayern ke UEFA dan FIFA.
Suprema Bilbao, Josu Urrutia, belum bisa legawa akan kepergian Martinez dan dianggap ‘perceraian’ keduanya, tidak secara baik-baik. Memang Die Rote Teufel sudah memenuhi mahar 40 juta euro untuk menebus klausul pelepasannya, tapi apa sebenarnya yang menjadi masalah?
Usut punya usut, Los Leones belum terima dengan perlakuan Martínez – atas desakan Bayern, yang terbang ke Bavaria untuk melakukan tes medis tanpa izin, di markas Bayern. Hal itu yang akan diperkarakan Urrutia dan dewan direksinya, sedang menimbang kemungkinan pengaduan Bayern ke otoritas yang berwenang.
“Athletic sedang mengkaji kemungkinan adanya tindakan legal terhadap Bayern. Si pemain (Martínez) saat itu masih di bawah kontrak dan masa negosiasi itu masih di bawah prosedural proteksi yang dirilis FIFA,” ungkap Urrutia.
“Si pemain menjalani tes medis dengan klub Jerman (Bayern) tanpa mengantongi izin dari Athletic. Apakah kami bisa mengadukan Bayern atau tidak, itu sedang jadi bahan analisa dan pertimbangan kami,” lanjutnya, seperti dikutip FootballBuster, Selasa (4/9/2012).
Di lain hal, Urrutia sebenarnya sudah ingin melupakan mantan jugadornya itu. Tetapi yang masih menjadi getir di lidahnya, Martínez sendiri tak pernah menyatakan langsung bahwa dia ingin pindah. Urrutia mendapat kabar keinginan Martínez, hanya dari agennya.
“Perwakilan Javi Martínez menginformasikan kepada kami tentang niatnya untuk pergi sebelum Euro (2012). Padahal bagi kami, dia adalah simbol dari hasrat kami,” sesal Urrutia.
“Saya sendiri mengerti perasaan kecewa di antara fans kami, tapi yang membuat saya terluka adalah bahwa Javi tak pernah bilang sendiri kepada saya bahwa dia ingin pergi atau bertahan,” tuntas eks-mediocampista Bilbao tersebut.
(Randy Wirayudha)