Arema Kurangi Dua Amunisi Tim

Kukuh Setiawan, Jurnalis
Minggu 20 Mei 2012 23:01 WIB
Logo Arema Malang (Foto: Ist)
Share :

MALANG - Di tengah kesibukan mengarungi tiga kompetisi sekaligus, AFC Cup, Indonesian Premier League (IPL) dan Piala Indonesia, langkah mengejutkan justru diambil Arema FC. Klub yang didanai Ancora ini malah mengurangi amunisi yang sebenarnya sangat terbatas.

Ya, dua pemain berposisi bertahan diputus kontraknya yakni Tomy Jaelani dan Putra Habibie. Menurut keterangan manajemen, pemutusan kontrak tersebut atas kesepakatan kedua pihak. Selama ini Tomy maupun Putra memang tidak pernah dipakai pelatih Dejan Antonic.

Keduanya adalah pemain yang direkrut Abdulrahman Gurning, pelatih caretaker yang menangani Arema FC selepas pemecatan Milomir Seslija. Sebelum mendatangan Dejan Antonic, Gurning sempat mengendalikan tim di sejumlah pertandingan sekaligus merekrut pemain seperti Tomy dan Putra.

Sejak kedatangan Dejan ke Arema, keduanya juga tidak mendapat tempat di tim walaupun sempat terjadi krisis pemain bertahan. Baik Putra maupun Tomy adalah pemain berposisi bertahan. Tapi Dejan lebih suka memaksimalkan Hermawan, Irfan Raditya, serta Gunawan Dwi Cahyo.

“Ya, kedua pemain itu putus kerjasama dengan Arema berdasarkan kesepakatan yang kami capai. Tim kami cukup ramping, tapi kami yakin bisa mengatasi kondisi ini,” jelas Noor Ramadhan, Media Officer Arema FC, tanpa menjelaskan secara rinci apa penyebab diputusnya kontrak Tomy dan Putra.

Namun berdasar informasi, kedua pemain tersebut sudah tidak betah di tim berjuluk Singo Edan karena jarang dilibatkan di tim utama. Situasi itu menjadikan mereka frustrasi dan ingin mencari klub lain yang lebih kompetitif, yakni lebih memberi peluang di tim utama.

Sedangkan di sisi lain, Dejan juga tidak membutuhkan keduanya karena memang bukan dirinya yang merekrut Tomy dan Putra. Ketidakcocokan itulah yang akhirnya melahirnya kesepakatan antara kedua belah pihak untuk mengakhiri kerjasama kontrak yang sebenarnya hingga akhir musim.

Bisa dikata kedua pemain inilah sisa terakhir dari konflik yang pernah mendera Arema di awal kompetisi lalu. Klub yang berdiri pada 1987 ini pun harus memaksimalkan kekuatan yang terbatas, karena Gunawan Dwi Cahyo diperkirakan harus absen hingga akhir musim karena cedera lutut.
 
Sementara itu, kemarin tim Arema sudah bertolak meninggalkan Malang menuju Hongkong sebagai persiapan AFC Cup kontra Kitchee FC, Rabu (23/5) mendatang. Sebanyak 18 pemain dibawa walau kemungkinan hanya 16 yang bisa dimainkan, karena gelandang Marko Krasic dan Eka Hera masih meragukan.

Dua pemain tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan jelang pertandingan walau kubu Arema sendiri pesimistis. “Marko dan Eka sebenarnya mengalami perkembangan, tapi masih meragukan. Sedangkan pemain yang pasti absen ada tiga, Gunawan Dwi Cahyo yang cedera, serta Andrew Barisic dan Fariz Bagus Dinata akumulasi kartu kuning,” papar Noor.

Keberangkatan ke Hongkong tergolong lebih cepat dibanding laga away pada fase grup lalu. Pelatih Dejan Antonic ingin timnya benar-benar siap, baik fisik maupun konsentrasi, sebelum pertandingan penting tersebut. Pelatih asal Serbia itu berharap timnya mendapat istirahat yang cukup jelang pertandingan.

Sebab, harus diakui, Arema harus mengalami krisis pemain terutama di posisi belakang. Saat Fariz Bagus akumulasi kartu kuning, dua pemain muda Saddam Tenang dan Chaerul Rifan tidak bisa dimainkan karena tidak didaftarkan ke babak 16 besar. Sekarang tinggal menunggu bagaimana Dejan keluar dari situasi ini.
 

(Sebastianus Epifany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya