BIRMINGHAM – Penyebab leukemia akut yang dialami oleh kapten Aston Villa, Stiliyan Petrov ternyata merupakan dampak radiasi nuklir Chernobyl. Demikian diagnosa dokter tim nasional Bulgaria yang ditugaskan untuk menyelidiki penyakit sang kapten.
Petrov masih berusia enam tahun ketika tragedi tersebut terjadi, racun radioaktif menyebar usai ledakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir di Ukraina pada 26 April 1986 silam. Tragedi ini menyebabkan kontaminasi radiasi meluas hingga Bulgaria.
Radiasi Chernobyl bahkan mencapai titik 1.000 hingga 1.300m di atas batas normal di tempat tinggal Petrov di Timur Montana. Hal ini dibenarkan oleh dokter tim nasional Bulgaria, Mihail Iliev. Dokter yang sudah bertugas selama 20 tahun itu kemudian mengatakan bahwa pemimpin Uni Soviet saat itu tidak melarang penduduk untuk memakan hasil panen mereka.
“Saat memasuki akhir musim semi seluruh populasi memakan sayur dan makanan segar yang mengandung radioaktif. Banyak anak-anak mengidap kanker karena hal itu. Kami memanggil mereka dengan anak-anak Chernobyl. Kebanyakan dari mereka lahir di daerah yang sama dengan Stylian,” kata Iliev, seperti dikutip Tribun News.
Analisa Iliev masuk diakal, pasalnya ibukota Bulgaria, Sofia hanya berjarak 650 mil (1.046 km) dari pusat ledakan di Chernobyl.
“Saya pikir Stiliyan merupakan korban dari rezim lama komunis. Rezim itu memberikan sedikit informasi ketika reaktor nuklir di Chernobyl meledak, dan awan radioaktif datang ke negara kami,” sambungnya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan terdapat sembilan ribu orang terkena radiasi. Sedangkan aktivis lingkungan hidup Greenpeace menyatakan jumlah yang terpapar mencapi 93 ribu orang. Mereka mengalami berbagai penyakit seperti kanker dan bayi-bayi yang dilahirkan cacat karena mutasi gen.
(Fitra Iskandar)