MILAN – Kepala Tim Medis Milan Jean Pierre Meersseman mengaku dirinya adalah pihak yang harus disalahkan atas kambuhnya cedera paha Alexandre Pato. Meersseman bahkan mengaku tak bisa tidur setelah Pato kembali cedera.
Penyerang AC Milan Alexandre Pato terpaksa harus absen hingga akhir musim karena cedera pahanya kambuh saat melawan Barcelona di Liga Champions pada Selasa (3/4) kemarin.
Padahal, saat bermain di Camp Nou itu, Si Bebek baru bermain selama 13 menit ketika menggantikan Kevin-Prince Boateng pada menit ke-69. Pato terpaksa ditarik keluar lagi pada menit ke-82 karena mengeluh nyeri pada pahanya. Keputusan memainkan Pato yang terlalu terburu-buru meski baru saja sembuh dari cedera paha terbukti berakibat fatal.
“Musimnya telah berakhir. Kami terpaksa harus memulai kembali dari awal saat dia sembuh nanti,” kata Meersseman seperti dilansir La Gazzetta dello Sport , Jumat (6/4/2012).
“Dia telah pergi ke Jerman hingga Amerika untuk menyembuhkan pahanya yang rentan cedera. Dia telah diperiksa dan diobati. Saya bahkan meminta bantuan terapis spiritual saya untuk mendoakan dia,” seloroh Meersseman.
Selama dua tahun terakhir sejak Januari 2010, tunangan putri Silvio Berlusconi, Barbara Berlsuconi ini telah mengalami cedera paha sebanyak 13 kali. Di umurnya yang baru 22 tahun, Pato telah begitu sering mengalami cedera paha.
“Saya tidak tidur sama sekali setelah laga melawan Barcelona. Sayalah yang mengambil tanggung jawab ini, meskipun saya tidak mengerti kenapa berakhir seperti ini,” sesal Meersseman.
(Auzan Julikar Sutedjo)