NYON - Presiden UEFA Michel Platini masih menunggu permintaan maaf dari Sir Dave Richards setelah chairman Premier League itu mengeluarkan statemen bahwa FIFA dan UEFA “mencuri” sepakbola dari Inggris.
Platini mengungkapkan kesempatan itu sendiri dihindari oleh Richards. Kesempatan untuk bertatap muka itu tidak terwujud karena Richards tidak hadir di Kongres UEFA di Istanbul, kemarin.
“Saya membaca media berbahasa Inggris bahwa dia akan mengirimkan email; mungkin email itu tersesat di koridor UEFA tapi saya tidak pernah melihatnya.Apa yang dikatakannya mengejutkan saya, karena dia orang kecerdasan Mr Richards,” kata Platini dikutip Thisislondon, Jumat (23/3/2012).
“Dia mengatakan sepakbola telah dicuri dari Inggris dan sebuah geng yang melakukannya. Kami bukan geng di UEFA dan Inggris telah berbaik hati menyebarkan sepakbola ke seluruh penjuru planet,” imbuh dia.
Platini mengatakan bahwa sepakbola saat ini milik semua bangsa dan dengan itu dia berterima kasih kepada Inggris atas sumbangsihnya kepada dunia.
Richards seharusnya hadir di Istanbul untuk menandatangani kontrak dengan UEFA dalam kapasitasnya sebagai chairman Liga Sepakbola Profesional Eropa (EPFL). Nota kesepahaman antara EPFL dan UEFA akhrinya ditandatangani oleh Sergey Pryadkin Presiden Russian Premier League.
“Saya tidak tahu alasan dan motivasi yang membuat presiden EPFL tidak hadir,” tutur Platini.
Pernyataan yang membuat Platini tersinggung diucapkan Richards di Qatar pekan lalu.” Selama 50 tahun kami memiliki permainan itu, kami adalah pengatur pertandingan. Kami menulis peraturan dan mendesain lapangan,” kata Richards.
“Tapi, 50 tahu kemudian, sejumlah orang datang dan mengatakan kami menyukai ini dan kemudian mencurinya. Itu bernama FIFA. 50 tahun algi datang geng lain yang disebut UEFA, dan mencuri lagi,” ujarnya.
Sementara itu, FA telah mengisyaratkan mereka siap untuk menyerahkan posisi wakil presiden FIFA Britania sebagai bagian dari reformasi federasi sepakbola dunia itu.
Sekjen FA Alex Horne mengakui posisi, yang telah dibagi antara empat asosiasi di tanah Britania sejak 1946 sudah kurang bernilai, sementara itu telah menjadi target kebencian dari kebencian dunia sepak bola selama bertahun-tahun.
Horne mengatakan prioritas FA adalah untuk menjaga kehadiran mereka di tubuh badan pembuat keputusan yang dikenal sebagai International FA Board (IFAB).
“Kami berpikiran terbuka soal itu. Jika anda melihat objektif wakil presiden adalah ketinggalan zaman dan saya tidak akan ngotot mempertahankannya, saya janji. Saya tidak yakin ada keuntungan besar mempertahankannya. Jika kami menyerahkan itu dalam cara yang benar mungkin ada sedikit niat baik yang bisa berarti kursi ekstra di UEFA dalam komite eksekutif FIFA.
(Fitra Iskandar)