FRANKFURT – Menghuni grup terberat di putaran final Euro, Jerman membuat persiapan penting lain, selain fisik dan strategi. Pelatih Joachim Löw, bakal mempelajari lagi, bagaimana menggunakan psikologi sepakbola cepat, yang pernah sukses diterapkan Spanyol.
Memang, Jerman tidak bisa disamakan dengan filosofi sepakbola Barcelona dan Spanyol yang mengundang decak kagum, tapi Der Panzer bisa meniru psikologi permainan cepat mereka, yang membutuhkan kecepatan berpikir ketika di lapangan.
“Spanyol tidak memenangkan pertandingan dan gelar dengan agresifitas dan kekuatan fisik, di tiap permainan mereka. Tapi mereka mengandalkan mental dan cara kerja otak yang cepat,” papar Löw, sebagaimana dilansir Goal, Kamis (5/1/2012).
“Itu fungsi terpenting dalam perkembangan sepakbola bagi tiap pemain: mampu lebih cepat dalam pola berpikir,” tambahnya.
“Jika seorang pemain punya teknik dan dasar kecepatan yang bagus, tapi lamban dalam berpikir, tentu akan mengurangi nilai dirinya di dalam tim,” lanjut Löw.
Dalam skuad utama Jerman sendiri, sudah ada dua atau tiga pemain yang diketahui, sudah punya kecepatan berpikir dan pemahaman yang baik. Tapi, jelang Euro, mereka sudah lama tercerai berai di sejumlah klub yang mereka bela.
Untuk itu, di tengah persiapan Die Nationalmannschaft yang kian sempit, Löw ingin segera mengumpulkan personel-personel skuadnya, untuk mencoba kembali melatih kecepatan pola pikir dalam permainan. Apalagi lawan-lawan mereka terbilang berat di grup B. Sebut saja Denmark, Belanda dan Portugal.
“Sebelum kami menjalani Piala Dunia 2010, saya memperhatikan betapa cepatnya (Mesut) Özil, (Thomas) Müller dan (Holger) Badstuber, dalam memahami segala yang ada di sekitarnya. Mereka bisa cepat belajar, menurut saya, itu kemampuan super yang mereka miliki,” sambungnya.
“Saya harap, yang lain bisa belajar, bagaimana berpikir cepat di tengah ketatnya permainan saat kejuaraan Eropa nanti dan kami akan mempersiapkan hal itu dengan segera,” tuntas mantan asisten Jürgen Klinsmann tersebut.
(Randy Wirayudha)