PALEMBANG – Tim Nasional U-23 Indonesia akan menjamu Turkmenistan pada laga Pra-Olimpiade 2012 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu (23/2/2011). Peluit kick-off akan dibunyikan wasit Lee Min Hu (Korea Selatan) tepat pukul 19.00 WIB.
Kedua kubu mengaku sama-sama “buta” akan performa musuhnya. Menariknya, di tengah kebutaan itu, mereka saling meraba kekuatan lawan.
Tuan rumah meski tampak ja’im (jaga imej-Red) kentara berada dalam tekanan. Keterkejutan tampak merona di wajah manajer Iman Arief dan asisten pelatih Wolfgang Pikal saat sesi konferensi pers di Lantai 18 Hotel Aryaduta, Palembang, ada wartawan bertanya soal gejala suksesi yang dipicu gerakan massa suporter sepakbola di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia. Sempat saling sodor mikrofon antarkeduanya untuk menjawab pertanyaan tersebut, akhirnya Iman yang bersedia memberi komentar.
“Semua pemain dalam kondisi fit kecuali striker Johan Yoga yang cedera sehingga kemungkinan dia tidak dapat tampil,” ujar asisten pelatih Wolfgang Pikal.
Pikal mengaku sedapatnya permainan bola-bola atas dihindari timnas lantaran tinggi postur tubuh lawan rata-rata 1,8 meter akan menyulitkan. Sedangkan pola yang disiapkan pelatih Alfred Riedl, yakni 4-4-2. Namun Pikal tutup mulut soal siapa duet bek tengah yang akan dimainkan.
Di kubu Turkmenistan, secara diplomatis manajer Begnepesov Saparnyyaz menaruh respek dengan tim Indonesia. Tapi ketika diburu pertanyaan terperinci tentang pemain berbahaya dari tim lawan, dia tidak menjawab.
“Kami belum pernah melihat permainan tim Indonesia. Walaupun pernah menghadapi Vietnam dan Thailand pada Asian Games 2010 lalu, tentu tidak identik permainan tim-tim di kawasan Asia Tenggara ini sama,” ujar Saparnyyaz melalui asisten manajer Grigoryants Konstantin.
Sepanjang sejarahnya, Indonesia versus Turkmenistan pernah dua kali bertanding. Rekor dua kali laga itu masing-masing tim berbagi satu kali kemenangan dengan selisih gol 4-4. Kedua tim bertanding di Grup 8 prakualifikasi Piala Dunia 2006. Hasilnya Turkmenistan menang 3-1 di Ashgabat, Indonesia menang 3-1 di Jakarta.
(Fetra Hariandja)