BIRMINGHAM – Perjalanan karier Gerrard Houllier di Aston Villa ternyata penuh liku. Betapa tidak, mengemban ekspektasi tinggi untuk mempertahankan prestasi Villa saat masih ditangani Martin O’Neill, grafik permainan Villa justru ambruk di setengah musim kompetisi ini. Anjlok ke papan bawah klasemen hingga menyentuh titik rawan degradasi membuat si bos besar, Randy Lerner memanggil Houllier ke meja kerjanya.
Terutama saat tim yang berbasis di Villa Park ini ditumbangkan Liverpool dengan skor telak 3-0. Transkrip negatif ini, jelas mendorong Villa lebih kuat ke jurang degradasi. Kabar di luar pun menyebut, Houllier dan Lerner sedang membicarakan buruknya kinerja Villa. Benarkah? Tanpa ragu Houllier menceritakan kronologis pertemuannya dengan Lerner.
“Saat itu, saya ingin bertolak ke Prancis untuk menyaksikan pertandingan Liga Champions pada Selasa malam, namun saya batalkan keinginan itu dan tetap tinggal bersama tim dan staff. Saya pastikan, benar kami melakukan banyak diskusi dan bertukar pikiran atas apa yang terjadi,” jelas Houllier yang prihatin dengan gairah klubnya yang menurun.
“Perbincangan saya dengan pemilik klub sangat positif. Dia (Lerner) tahu apa yang terjadi dengan kami. Permintaanya sangat sederhana, dia meminta kami agar tetap bersatu,” bilang pria Prancis itu di Football365, Sabtu (11/12/2010).
(Fetra Hariandja)