MAKASSAR – Dua kelompok aparat keamanan dari TNI AD dan aparat Kepolisian, terlibat kericuhan di Stadion Mattoanging, Makassar, saat pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia antara PSM Makassar dan Persiwa Wamena, Rabu (24/11/2010).
Kericuhan dipicu ketika seorang petugas kepolisian berpakaian patroli motor yang ingin memasukan kerabatnya di pintu B Tribun Selatan. Pintu ini diketahui tertutup karena hanya untuk akses VIP.
Pintu tersebut dijaga pasukan TNI AD yang berpakaian dinas, dan menolak niatan petugas kepolisian yang ingin memasukan kerabatnya tersebut. Akibatnya, kedua belah pihak ini terlibat baku hantam.
Aksi baku pukul ini meluas hingga terjadi kejar-kejaran antara petugas kepolisian dan TNI AD yang berpakaian dinas dan berpakaian preman. Aksi saling pukul menggunakan senjata apai juga sempat terjadi.
Polisi yang bersenjata lengkap SS-1 juga sempat menembakan senjatanya ke arah massa. Dari keterangan beberapa penonton, terlihat seorang anggota TNI penjaga pintu, terluka di pelipis kiri.
Suara tembakan terdengan sekitar 20 menit, kejar-kejaran antara dua aparat ini terjadi sekira satu jam. Aksi mereda setelah pimpinan kedua pihak datang ke lokasi. Wakapolres Makassar dan Dandim 1408 Makassar, bertemu di tengah aksi dan mereka berjanji menahan anggotanya yang terlibat.
Melihat kejaian ini, ribuan supporter PSM di sekitar stadion justru merangsek mendekat kerumunan kedua pihak keamanan. Mereka menyalahkan polisi karena menjadi pemicu kejadian tersebut. Suporter pun memaki petugas kepolisian dengan kata-kata kasar.
Saat ini kerumunan massa masih terjadi di sekitar stadion dan terlihat kaca pintu B tribun selatan rusak parah. Pertandingan tetap dilanjutkan dan saat ini skor masih imbang tanpa gol.
(Azwar Ferdian)