MOSKOW - Persaingan mempromosikan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 antara Rusia dan Inggris mulai panas, menyusul komentar pedas dari presiden kehormatan Sepakbola Rusia Vyacheslav Koloskov.
Koloskov mengatakan Inggris ‘sangat primitif’ dan ‘lucu’, saat menanggapi reaksi Inggris atas komentar Ketua Eksekutif Bidding Rusia, Alexei Sorokin mengenai tingginya tingkat kriminalitas di London dan alkoholisme di kalangan generasi muda Inggris.
Perselisihan itu mengemuka Rabu kemarin ketika Sorokin memberikan persentasi di markas FIFA di Zurich. Para pejabat sepakbola Inggris mengajukan surat keberatan kepada FIFA dan meminta Rusia meminta maaf telah menjelek-jelekan Inggris.
Pejabat senior Inggris di tim bidding Piala Dunia menduga Koloskov sengaja memprovokasi Inggris agar mengeluarkan pernyataan serupa. Jika tim promosi Inggris menanggapinya dengan cara yang sama, FIFA bisa memberikan sanksi pada Inggris, karena memberikan komentar negatif pada negara pesaing. Sedangkan, Rusia lolos dari sanksi karena Koloskov bukan bagian dari tim resmi penawaran, meski intensif melakukan lobi kepada FIFA.
Daripada mengumbar kemarahan, Inggris rupanya memilih untuk menyikapi komentar pedas itu sebagai persoalan pribadi, dan tidak menyerang balik.
Melihat sikap Inggris itu, Koloskov justru semakin pedas memberikan komentar. Menurut dia komplain Inggris menunjukkan kepanikan Three Lions yang tertinggal dalam persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.
“Ini situasi yang lucu.Inggris menyadari bahwa penawaran mereka sangat tidak meyakinkan.Jurnalis mereka memprovokasi anggota komite, dan sekarang satu di antara mereka menyebut tim penawaran kami melecehkan Inggris dan tidak bersikap tepat,” ujar Koloskov, seperti dikutip Guardian, Kamis (28/10/2010).
Sorokin tak kalah sengit menuduh Inggris.” Saya kira ini menaikan tensi, dan juga sebagai upaya mempengaruhi kerja tim kami,” ujar Sorokin.
Media Inggris telah salah menerjemahkan ucapan Sorokin.Reaksi Inggris merupakan taktik mendeskriditkan penawaran Rusia.
“Bukan rahasia lagi London angka kriminalnya paling tinggi dibanding kota besar di Eropa, anak mudanya juga paling tinggi mengkonsumsi alkohol,” timpal Sorokin.
Sebelumnya Sorokin mengklaim telah menulis surat kepada tim promosi Inggris untuk menjelaskan maksud ucapannya.”Itu menggambarkan penyesalan saya terhadap semua yang terjadi. Ini hanya kesalahpahaman. Ini bukan permintaan maaf yang formal karena saya tidak merasa melanggar apa pun. Saya kira, kami menghormati tim penawaran dari Inggris begitu juga sebaliknya. Mudah-mudahan setelah ini semuanya berjalan baik-baik saja,” beber Sorokin.
Hari ini FIFA menggelar rapat untuk menunda voting pemilihan negara tuan rumah Piala Dunia 2022, karena masih fokus menangani tudingan korupsi pada anggota FIFA yang menangani bidding Piala Dunia.
(Fitra Iskandar)