Kegagalan Tak Jadi Beban Arema

Kukuh Setiawan (Koran Sindo), Jurnalis
Rabu 01 September 2010 18:23 WIB
Share :

MALANG - Kegagalan Arema Indonesia menembus final Inter Island Cup (IIC) 2010 cukup mengecewakan suporter fanatiknya, Aremania. Bagaimana tidak, status tuan rumah dengan dukungan 25 ribu supporter tak mampu dimanfaatkan Hermawan dkk.  
Tapi pelatih Miroslav Janu mengingatkan, kegagalan di turnamen pra musim tersebut tidak pantas dijadikan kekecewaan. Selain hanya sebagai pemanasan menjelang kompetisi, dirinya juga hanya bisa menurunkan sebagian kekuatan yang dimiliki Arema.
 
Tanpa lima pemain asing dan empat pemain lokal yang bergabung tim nasional, diakui Miro, sangat berat bagi Singo Edan untuk berkembang. Bersusah payah mengalahkan PSM Makassar 1-0 dan ditahan imbang 1-1 oleh Persiwa menurutnya hasil yang cukup fair.
 
"Harus saya akui hasil itu mewakili kemampuan yang kita miliki. Terlepas dari strategi di lapangan, kekuatan kita hanya sebagian dan tak banyak pilihan," tutur mantan pelatih PSM tersebut. Kesimpulan, kegagalan itu disebutnya belum mewakili kualitas Arema yang sebenarnya.
 
Miro terlihat sangat berhati-hati di turnamen yang mempertemukan tim terbaik antar pulau itu. Tiga pemain asing yang sudah bergabung akhir pekan lalu sengaja tak diturunkan karena kondisinya dinilai belum fit setelah liburan. Miro khawatir menurunkan Pierre Njanka, Muhammad Ridhuan dan Esteban Guillen terlalu dini malah bisa berakibat fatal.
 
"Mereka (Njanka, Ridhuan dan Guillen) mengatakan bisa bertanding. Tapi saya tidak akan ambil risiko. Kondisi mereka belum bagus dan saya tak mau mereka cedera," lanjut pelatih yang menangani Arema untuk kedua kalinya ini.
 
Kegagalan Arema sebenarnya sudah terbaca sejak laga pertama menghadapi PSM Makassar. Duet Dendi Santoso dan Sunarto selalu gagal menyelesaikan suplai bola dari sektor tengah. Sebiji gol yang diceploskan Musafri juga berkat kelengahan lini belakang Juku Eja.
 
Itu terulang kala menghadapi Persiwa. Lagi-lagi duet Dendi-Sunarto tak berdaya di depan gawang tim asal Wamena. Gol semata wayang yang dicetak tuan rumah hanya melalui titik putih.
 
Setelah IIC 2010, Miro tetap berencana menggelar sejumlah pertandingan ujicoba, tentunya agar bisa melihat permainan tim secara lengkap. "Kompetisi masih sebulan lagi. Kita butuh beberapa kali ujicoba dengan tim yang lengkap," tandas Miro.
 
Sementara, kegagalan Arema ke final IIC 2010 cukup bisa dimaklumi Aremania walau tetap saja kecewa. "Kami tidak senang Arema gagal lolos. Tapi Aremania memahami kondisinya. Tim bertanding hanya dengan sebagian kekuatan dan ini baru pemanasan. Semoga ke depan bisa lebih baik," kata Panca Putera, Aremania Kampus Universitas Merdeka Malang.
 
Ekspektasi Aremania sangat tinggi di IIC 2010. Di dua laga menghadapi PSM dan Persiwa, tak kurang 40 ribu kepala menjejali Stadion Kanjuruhan. Panitia pelaksana (Panpel) juga berharap Arema lolos dan berpeluang menjadi tuan rumah di final. Dengan menjadi tuan rumah, ada pemasukan signifikan dari penjualan. Sayang ekspektasi itu sebatas mimpi.

(Azwar Ferdian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya