MANCHESTER - Manchester City berhasil memesan satu tiket ke babak semifinal Carling Cup usai menumbangkan Arsenal 3-0, Kamis (3/12/2009). Namun, rupanya bukan hanya pasukan muda Gunners yang terluka.
Arsitek City Mark Hughes mengaku sakit hati terhadap Arsene Wenger yang menolak bersalaman dengannya usai wasit meniupkan peluit panjang. The Professor agaknya belum bisa menerima kenyataan tiga gol yang dilesakkan Carlos Tevez, Shaun Wright-Phillips, dan Vladimir Weiss menyingkirkan anak-anak asuhnya dari Carling Cup.
"Saya kecewa, karena saya sangat menghormatinya. Wenger harus bisa menyikapi hal ini dengan lebih terhormat," tutur Hughes kepada The Sun.
"Saya pikir itu tindakan yang tidak perlu. Kami semua terluka ketika kalah. Tapi, Anda tidak perlu bertindak seperti itu. Tidak ada yang lebih kesal dari saya ketika City kalah, tapi saya tetap menyalami seseorang," imbuhnya.
"Saya bisa mengatakan dia kesal karena timnya kalah. Saya pernah ke Emirates dan kalah 2-6, tapi saya tetap menawarkan untuk bersalaman," ketus pelatih 46 tahun.
Kendati demikian, Wenger tampaknya sama sekali tak ambil pusing dengan kritik Hughes. Pelatih asal Prancis hanya menanggapi: "Saya bebas bersalaman dengan siapa yang saya mau. Saya tidak punya kewajiban profesional untuk berjabat tangan dengannya. Ini tidak ada hubungannya dengan pertandingan. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi."
(Defanie Arianti)