MILAN - Niatan Pavel Nedved untuk mundur dari dunia sepakbola pada musim depan tampaknya bakal urung terealisasi. Pasalnya, mantan pilar Juventus itu kini tengah serius didekati dan berpeluang besar membela Inter Milan musim depan. Benarkah?
Seperti diketahui, pada akhir musim lalu, Nedved telah resmi memutuskan kontraknya bersama La Vecchia Signora karena mengaku ingin pensiun dari dunia sepakbola. Namun, baru-baru ini, gelandang veteran Rep Ceska itu bakal menunda rencananya pensiun barang setahun ke depan.
Wacana Nedved bakal menunda pensiun mencuat setelah Inter Milan dikabarkan tertarik memboyongnya ke Giuseppe Meazza, musim depan. Demi merealisasikan keinginannya itu, Inter dikabarkan telah melakukan pertemuan tertutup yang dihadiri sejumlah petinggi klub seperti Massimo Moratti (owner), Jose Mourinho (pelatih), direktur klub Marco Branca, Gabriele Oriali serta agen sang pemain, Mino Raiola.
Dalam pertemuan ini, baik Raiola dan petinggi Inter dikabarkan akan membicarakan masalah perpanjangan kontrak salah satu klien Raiola, Maxwell. Namun menurut laporan Sportmediaset, Jumat (10/7/2009), pertemuan ini juga dilakukan untuk melakukan pembicaraan seputar masa depan Nedved.
Saat dikonfirmasi mengenai kemungkinan Nedved merapat ke Giuseppe Meazza musim depan, Moratti hanya memberi jawaban diplomatis. "Orang yang pantas berbicara tentang hal ini adalah pihak yang secara langsung bertanggung jawab atas masa depan Nedved (Raiola-red)."
Kabarnya, ketertarikan Inter terhadap Nedved tak lepas dari kegagalan kubu Nerazzurri mendapatkan jasa bintang veteran Chelsea, Deco De Souza. Seperti diketahui, kans Inter mendapatkan gelandang asal Portugal itu kian tipis setelah mentoknya negosiasi dan pernyataan Deco beberapa saat lalu yang mengatakan ingin tetap bertahan di Stamford Bridge.
Nedved sendiri memang harus menimbang masak-masak tawaran Inter. Pasalnya, jika menerima tawaran tersebut, maka gelandang 36 tahun itu dipastikan bakal menjadi musuh nomor satu publik Turin. Seperti kita ketahui, baik Juve dan Inter memiliki rivalitas dengan tensi yang cukup tinggi. Jadi, siapkah Nedved di cap sebagai pengkhianat oleh Juventini?
(Fetra Hariandja)