BANDUNG - Berbagai versi penyebab kematian sorang Bonek, julukan Persebaya Surabaya, Subaidi (22) muncul ke permukaan. Kematiaannya diduga akibat keracunan minuman keras dan kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh.
Sebelum pertandingan, korban dan teman-temannya menenggak minuman keras. Selain itu, korban tidak tidur semalaman dan tidak masuk makanan sedikit pun ke dalam perutnya.
Ketika berada dilapangan pun korban selalu memegang dadanya. "Kata temennya saat di lapang dia selalu memegang dada saja," ujar Koordinator Bonek, Waskito, Rabu (1/7/2009).
Dugaan lainnya adalah Kelelahan. "Dari Surabaya juga sudah merasa tidak enak badan, sampai di stadion dia terus memegang dadanya hingga dirinya pun terlihat tidak fokus menyaksikan pertandingan yang berlangsung tadi malam," ujar rekan Subaidi yang minta identitasnya dirahasiakan.
Hingga sampai di kota Bandung pada Senin (29/06), korban langsung menuju Gor Saparua. Di Dor tersebut, Subaidi terlihat begadang semalam suntuk bersama teman-temannya. Bahkan hampir dua hari penuh dirinya tidak makan dan minum. Hingga sampai pertandingan dimulai pun tidak sedikit makanan yang masuk ke perutnya.
Saat ini jenazah korban masih terbaring di RS Pindad karena menunggu kedatangan keluarganya dari Surabaya. Rencana, jenazah akan dipindahkan ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
(Fetra Hariandja)