ROMA - Reaksi berlebihan dan menjurus indisipliner ditunjukkan para pemain Chelsea, terutama striker Didider Drogba dan gelandang Michael Ballack. Mereka mencaci maki wasit usai pertandingan. Akibatnya, Drogba terancam sanksi berat dari Badan Sepakbola Eropa (UEFA).
Sepeti diketaui Chelsea sangat berang dengan kepemimpinan wasit Tom Henning Ovrebo pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis awal Mei lalu. Tercatat Chelsea harusnya menerima hadiah penalti. Sayang Ovrebo mengabaikan fakta tersebut.
Akibat pemandangan tersebut, pelatih Chelsea Guus Hiddink juga menyampaikan penilaian. Arsitek asal Belanda ini menegaskan telah terjadi konspirasi yang ingin menghentikan langkah timnya.
Chelsea dipastikan gagal melangkah ke semifinal, dua menit menjelang pertandingan rampung. Gelandang Andreas Iniesta menjadi pahlawan El Barca setelah mencetak gol balasan.
Menanggapi kejadian tersebut, gelandang emas Barcelona Lionel Messi angkat bicara. Pemain asal Argentina ini memaklumi reaksi yang ditunjukkan para punggawa The Blues tersebut.
"Saat itu adalah semifinal Liga Champions. Chelsea hanya membutuhkan dua menit terakhir untuk memastikan tiket," kata Messi seperti dilansir reuters, Selasa (26/5/2009).
"Emosi akan menjadi tinggi ketika satu tim tersingkir seperti yang dilakukan para pemain Chelsea. Tapi saya tidak pernah berkata aksi terhadap wasit yang mereka lakukan benar," lanjut Messi.
"Tapi, Anda bisa memaklumi rekasi itu. Chelsea nyaris mengantongi tiket ke final. Namun impian tersebut langsung terhenti saat pertandingan hanya tersisa dua menit," pungkasnya.
(Fetra Hariandja)