Persija Harus Efektif Beli Pemain

muh sahlan, Jurnalis
Rabu 07 Januari 2009 20:00 WIB
Foto: Ist
Share :

JAKARTA - Persija Jakarta dituntut lebih mempertimbangkan efektifitas pembelian pemain, untuk menghindari pemborosan keuangan. Karenanya, Macan Kemayoran tidak mau gegabah membeli pemain, meski stok pemain striker mereka masih kurang.

"Komposisi pemain saat ini sudah terbentuk sehingga pembelian pemain hanya bersifat pelengkap. Striker baru yang direkrut harus bisa memberi garansi gol pada putaran kedua mendatang," ujar Pelatih Persija Danurwindo, Rabu (7/1/2009).

Masalah efektifitas memang menjadi persoalan penting yang harus diperhatikan Persija. Apalagi, Macan Kemayoran tercatat sebagai klub paling boros di Liga Super Indonesia. Dalam data Badan Liga Indonesia (BLI), Persija menghabiskan dana Rp16,8 miliar untuk membayar gaji dan kontrak 22 pemain selama satu musim kompetisi. Padahal, tim-tim lain rata-rata mampu membeli 24 pemain dengan dana di bawah Rp15 miliar.

Rekor pemain termahal di Indonesia juga dipegang dua pemain Persija, yakni Bambang Pamungkas dengan nilai kontrak Rp1,3 miliar selama satu musim kompetisi, serta pemain asing Abanda Herman dengan kontrak Rp1,2 miliar.

Rata-rata pemain Persija diikat kontrak mencapai Rp600-700 juta, baik pemain inti maupun cadangan. Persija juga membeli stoper anyar Aris Indarto dari Persik Kediri dengan kisaran nilai kontrak Rp400 juta dalam setengah musim kompetisi.

Asisten Manajer Persija Ferry Indra Syarief tidak banyak berkomentar soal kontrak tersebut. Mantan ketua Jak Mania ini hanya menegaskan bahwa konstribusi seluruh pemain juga cukup besar bagi tim Persija. Pemilihan pemain yang direkrut juga mendapat pertimbangan teknis dari Pelatih Danurwindo.

"Kami butuh pemain yang kualitasnya benar-benar menjanjikan, karena target yang diusung adalah juara Liga Super Indonesia," tegas Ferry.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya