SEMARANG - Dua legiun asing Esaiah Pello Benson (Liberia) dan Aaron Nguimbat (Kamerun) terancam tak bisa membela tim PSIS pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI). Hal itu terkait adanya aturan baru dari Badan Liga Indonesia (BLI) tentang perpindahan pemain asing.
Manajer Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho mengatakan aturan baru tersebut berkaitan dengan mekanisme transfer atau peminjaman. Artinya, bukan hanya surat keluar dari Arema Malang yang dibutuhkan Aaron dan Benson untuk bisa berkostum Mahesa Jenar.
"Menurut keterangan Mas Ari, Arema minta transfer kepada PSIS untuk kedua pemain tersebut. Jika nilai transfer itu masih dalam jangkauan PSIS, tentunya tidak ada masalah. Tapi kalau sudah di luar kemampuan, tentu kami akan kesulitan," kata Agung di Semarang, Rabu (7/1/2009).
Berdasar surat BLI Nomor 0613/A.02/BLI.3.1/XII/2008 tertanggal 24 Desember 2008 yang ditandatangani Ketua BLI Andi Darussalam dan ditujukan kepada manajer masing-masing tim menyebutkan, untuk pendaftaran pemain baru pada putaran kedua harus memenuhi ketentuan-ketentuan, di antaranya pemain tidak terikat dengan klub manapun dan belum pernah bermain pada 2008 maka prosedurnya adalah normal seperti perpindahan pemain baru.
Kemudian pemain yang sudah disahkan dan pernah bermain di salah satu klub (profesional) LSI 2008 maka pendaftaran (penambahan), perpindahan pemain pada klub barus harus melalui mekanisme transfer atau peminjaman.
Terkait aturan tersebut, pihaknya menyerahkan kepada pemain yang bersangkutan melakukan negoisasi dengan manajemen Arema.
"Kami serahkan semuanya kepada kedua pemain untuk melakukan negoisasi dengan manajemen klub lamanya. Yang jelas, kalau permintaan transfer itu di luar kemampuan keuangan PSIS, tentunya kami juga tidak bisa menyanggupinya," tegas Agung.
(Fetra Hariandja)