Arema FC Kembali Ke Konsep Lawas

Kukuh Setiawan

Kamis, 9 Februari 2017 - 07:20 wib

MALANG -- Jelang musim kompetisi 2017, Arema FC melakukan transfer yang tidak biasa. Di bawah kendali Aji Santoso, lebih banyak pemain-pemain muda yang datang ke Stadion Kanjuruhan dan sangat kontras dengan musim lalu ketika masih ditangani Milomir Seslija. 

Selain tipikal Aji Santoso yang gemar mengoptimalkan pemain-pemain muda, juga untuk memenuhi regulasi kompetisi yang mewajibkan keterlibatan pemain U-23. Visi untuk mengembangkan bakat-bakat muda itu membuat Arema kembali ke konsep awal yang diterapkan bertahun-tahun silam.

Dulunya, Arema adalah tim yang gemar mengorbitkan pemain yang kemudian menjadi bintang. Dalam satu atau dua dekade sebelumnya, Singo Edan sangat jarang mendatangkan pemain bintang, terutama di era 90-an ketika secara finansial masih lemah.

Kala itu tim kebanggaan Aremania bukan tim superior dari sisi pendanaan, sehingga lebih suka mengambil pemain murah atau belum terkenal. Namun justru gemblengan di Arema membuat banyak pemain akhirnya mencuat dan bernilai tinggi.

"Dalam 10-20 tahun awal berdirinya Arema, klub selalu mengalami kesulitan finansial, hal ini yang membuat tim punya prinsip lebih suka mencetak bintang ketimbang membeli bintang. Semangat itu yang akan kembali kita jalankan," kata CEO Arema non-aktif FC Iwan Budianto, via Wearemania.

Karena itulah dirinya sangat mendukung kebijakan manajemen Arema yang musim ini lebih memprioritaskan regenerasi ketimbang mengoleksi bintang-bintang jadi. Kebetulan Singo Edan memiliki pelatih yang berpengalaman mengarahkan pemain muda yakni Aji Santoso.

Iwan Budianto juga membeberkan fakta bahwa dengan pemain berlabel bintang sekali pun belum menjamin bakal menjadi juara. Semenjak kepemimpinannya di klub beberapa tahun terakhir, Arema sudah banyak memakai pemain 'Grade A' tapi tetap sulit mendapat trofi besar.

"Saya rasa Arema punya potensi untuk menjalankan visi mencetak pemain-pemain bintang. Kami punya pelatih yang cocok dengan itu dan manajemen juga antusias menjalankan konsepnya. Arema pernah melakukannya dan pasti bisa," kata IB, sapaan akrab Iwan.

Pelatih Aji Santoso sendiri secara terpisah mengatakan, dirinya siap membawa pemain-pemain muda ke level yang lebih tinggi. Meski kekuatan mayoritas pemain muda diprediksi bakal sulit juara, dirinya masih yakin timnya bisa mengatasi tantangan dan tekanan di kompetisi.

"Bagi pelatih, bisa mengorbitkan pemain muda menjadi seorang bintang merupakan kepuasan tersendiri. Tapi tentu saja tidak hanya konsentrasi ke sana, karena saya juga ingin mendapatkan gelar sebanyak mungkin bersama pemain-pemain yang ada sekarang," urai Aji.

Dia mengakui masalah mental disebut-sebut sebagai salah satu penghalang sebuah tim berkekuatan muda untuk berkibar di kompetisi. Namun Aji yakin mental Arema sangat memadai, karena sebagian pemain sudah sangat berpengalaman di level tertinggi.

klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Chelsea FC 93
    2 Tottenham Hotspur FC 86
    3 Manchester City 78
    4 Liverpool 76
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 Real Madrid CF 93
    2 FC Barcelona 90
    3 Athletic Madrid 78
    4 Sevilla 72
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 91
    2 AS Roma 87
    3 Napoli 86
    4 Atalanta BC 72
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 FC Bayern Munich 82
    2 Red Bull Leipzig 67
    3 Borussia Dortmund 64
    4 Hoffenheim 62