Top Score: Lima Pasangan Ayah dan Anak yang Pernah Membela Timnas Sebuah Negara

Aditya Wahyutomo

Selasa, 18 Oktober 2016 - 14:52 wib

PEPATAH buah jatuh tak pernah jauh dari pohonnya kerap terjadi dalam dunia sepakbola. Seorang ayah yang berprofesi sebagai pesepakbola, biasanya berusaha untuk membawa anaknya ke dunia yang telah membuatnya sukses.

Namun harus diakui tak semua anak pemain sepakbola memiliki karier yang gemilang seperti sang ayah. Bahkan, dapat dikatakan sangat sulit seorang anak dan ayah memiliki karier di timnas. Berikut ini kami sajikan pasangan ayah dan anak yang pernah membela timnas meski tak secara bersamaan.

Bum Kun Cha dan Du Ri Cha

Bum Kun Cha menjadi pemain penting ketika Korea Selatan berlaga di Piala Dunia Meksiko. Ketika itu, mereka gagal lolos dari babak fase grup karena hanya mampu meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang. Hebatnya, Bum membawa Korsel bermain imbang melawan Argentina yang pada akhir kompetisi menjadi juara dunia.

Sementara sang anak memang tak secemerlang sang ayah. Jika Bum memiliki 135 caps bersama Korea Selatan, Du Ri Cha hanya mampu memiliki 74 caps dengan Korea Selatan.

Arnor Gudjohnsen dan Eidur Gudjohnsen

Kisah antara anak dan ayah yang satu ini memang terbilang sangat menarik. Debut Eidur dengan Islandia terjadi saat dirinya menggantikan sang ayah. Semenjak itu, karier Eidur menanjak bersama dengan Islandia. Puncaknya pada gelaran Piala Eropa 2016, Islandia berhasil meraih babak perempatfinal.

Peter Schmeichel dan Kasper Schmeichel

Kasper masih menjadi anak kecil ketika sang ayah menjadi legenda bersama Manchester United. Meski masih kecil, Kasper tampaknya sudah belajar banyak. Terbukti, saat ini kariernya sedang dalam kondisi terbaik. Jika Peter sudah meraih 126 caps bersama Denmark, Kasper baru 24 kali membela Denmark.

Abedi Pele dan Andre Ayew

Ghana memang tak pernah kehilangan pemain sepakbola berbakat mereka. Setelah pensiunnya Abedi Pele, sang anak yakni Andre Ayew mampu meneruskan tongkat estafet yang berhasil dimulai oleh sang ayah. Secara total, anak dan ayah tersebut sudah bermain di 142 laga Ghana.

Cesar Maldini dan Paolo Maldini

Baik Cesar maupun Paolo, keduanya memiliki karier yang menawan di AC Milan. Keduanya pernah meraih gelar Liga Champions bersama dengan Milan. Namun di tingkat negara, keduanya dapat dikatakan kurang berkembang. Pencapaian terbaik terjadi pada Piala Dunia 1994. Paolo berhasil membawa Italia ke babak Final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Chelsea FC 31
    2 Liverpool 30
    3 Manchester City 30
    4 Arsenal FC 28
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 Real Madrid CF 33
    2 FC Barcelona 27
    3 Sevilla 27
    4 Athletic Madrid 24
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 33
    2 AS Roma 29
    3 AC Milan 29
    4 Lazio 28
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 Red Bull Leipzig 30
    2 FC Bayern Munich 27
    3 Hertha BSC 24
    4 FC Koln 22