Lev Yashin (atas) peraih Ballon d'Or 1963. (Foto: AFP/Scanpix Sweden)

Soccerpedia: Lev Yashin, Satu-satunya Kiper yang Pernah Memenangi Ballon d'Or

Ramdani Bur

Selasa, 18 Oktober 2016 - 13:48 wib

SEPANJANG sejarah berlangsungnya penghargaan Ballon d’Or dalam kurun 1956-2009 dan 2010-2015 (bernama FIFA Ballon d’Or), pemenang didominasi deretan pemain depan. Hal itu tidak mengherankan. Dengan sering mencetak gol membuat pemain yang biasa beroperasi di lini depan lebih mudah menarik hati voters yang merupakan jurnalis dari anggota-anggota negara FIFA.

Terbukti dalam kurun 2008-2015, penghargaan yang diperuntukkan bagi pemain terbaik di dunia itu bergantian diraih Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Sekadar diketahui, kedua pemain itu beroperasi di lini serang.

Akan tetapi jauh ketika penghargaan baru diperkenalkan, atau tepatnya pada 1963, Bola Emas (Ballon d’Or) diberikan kepada pemain yang berposisi di lini belakang. Bukan pemain belakang, melainkan seorang kiper.

Sosok itu ialah penjaga gawang asal Rusia, Lev Yashin. Di eranya, Yashin memang dikenal sebagai kiper terbaik. Era 1960-an, Yashin tampil gemilang dan membawa Uni Soviet (sekarang Rusia) menjadi kampiun Piala Eropa edisi perdana pada 1960.

Beberapa kali kiper yang mengembuskan napas di usia 60 tahun pada 1990 itu, masuk 11 pemain terbaik yang disusun Federasi Sepakbola Eropa (UEFA). Atas dedikasinya di dunia sepakbola, pada 2000, pria bernama lengkap Lev Ivanovich Yashin dinobatkan sebagai penjaga gawang terbaik abad 20.

Kembali ke pemilihan Ballon d’Or 1963, saat itu ia bersaing dengan Gianni Rivera (Italia) dan Jimmy Greaves (Inggris). Pemilih yang merupakan jurnalis dari negara anggota FIFA mayoritas mendukung Yashin. Tercatat Yashin meraih 73 poin, sementara Rivera (53) dan Greaves (33).

Kemenangan itu merupakan penghargaan Ballon d’Or terakhir yang diraih seorang penjaga gawang. Pada 2002 (Oliver Kahn) dan 2006 (Gianluigi Buffon), penjaga gawang masuk kandidat untuk merebut Ballon d’Or. Namun sayang, kedua sosok andal di bawah mistar gawang itu dikalahkan Ronaldo Luiz Nazario de Lima (2002) dan Fabio Cannavaro (2006).

klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Chelsea FC 60
    2 Manchester City 52
    3 Tottenham Hotspur FC 50
    4 Arsenal FC 50
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 Real Madrid CF 52
    2 FC Barcelona 51
    3 Sevilla 49
    4 Athletic Madrid 45
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 63
    2 AS Roma 56
    3 Napoli 54
    4 FC Internazionale Milano 48
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 FC Bayern Munich 50
    2 Red Bull Leipzig 45
    3 Borussia Dortmund 37
    4 Hoffenheim 37