Persib tak memiliki jenderal lapangan. (Foto: ANTARA/Novrian Arbi)

Tidak Ada Jenderal Lapangan Jadi Penyebab Persib Raih Hasil Minor

Oris Riswan

Senin, 10 Oktober 2016 - 18:26 wib

BANDUNG - Performa Persib Bandung anjlok dalam beberapa laga terakhir di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016. Tiga kekalahan beruntun di kandang lawan diderita skuad 'Maung Bandung'.

Hancur 0-3 oleh Sriwijaya FC, 0-1di kandang Bali United, dan teranyar kalah 1-2 saat dijamu Madura United. Satu-satunya hasil manis adalah saat Persib menang 2-1 atas Persiba Balikpapan usai melakoni duel kontra Bali United.

Salah satu yang menonjol dari permainan Persib dalam beberapa laga terakhir adalah seringnya pemain dilanda kepanikan. Hal itu berujung pada kesalahan elementer yang justru menguntungkan bagi lawan.

Tidak ada sosok jenderal di setiap lini disinyalir jadi salah satu penyebab seringnya skuad Persib berada dalam kepanikan. Hal itu diakui pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman.

"Ada juga pengaruh karena itu (tidak ada jenderal di setiap lini," kata Djanur di Stadion Persib, Kota Bandung, Senin (10/10/2016).

Seorang jenderal di setiap lini jelas berpengaruh untuk performa tim. Di lini belakang misalnya, tak ada sosok yang jadi motivator dan penenang bagi pemain lain membuat pertahanan kadang menjadi keropos.

Tak jarang, serangan lawan justru dihentikan buru-buru yang berbuah tendangan penalti maupun tendangan bebas di area pertahanan. Bahkan sesekali pelanggaran akibat panik itu juga berujung pada hadiah kartu kuning.

"Sekarang enggak ada pemain yang begitu. Sekarang siapa coba pemainnya (yang bisa menjadi jenderal di setiap lini)," cetusnya.

Apa yang jadi penyebab seringnya pemain Persib panik saat diserang lawan? Jawabannya adalah faktor mental dan kematangan bermain.

Ia mencontohkan dua pemain di lini belakang yaitu Yanto Basna dan Jajang Sukmara. Mereka masih belum stabil saat menggalang pertahanan.

"Basna wajar sebagai pemain muda belum matang. Dia segala sesuatunya oke, tapi masih belum matang. Sehingga kadang main bagus, kadang enggak. Jajang juga walaupun harusnya sudah matang, tapi belum matang," jelasnya.

Hal serupa juga terjadi di lini tengah dan depan. Pemainnya sering buru-buru dalam melakukan serangan. Alhasil, serangan yang dilakukan banyak terbuang percuma.

Meski begitu, Djanur berusaha akan membenahi berbagai kekurangan yang ada. Ia pelan-pelan akan menempa skuadnya agar memiliki jenderal di setiap lini. Minimal, para pemain memiliki ketenangan dalam mengawal pertahanan dan melakukan penyerangan.

klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Chelsea FC 34
    2 Arsenal FC 31
    3 Liverpool 30
    4 Manchester City 30
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 Real Madrid CF 34
    2 FC Barcelona 28
    3 Sevilla 27
    4 Athletic Madrid 25
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 36
    2 AS Roma 32
    3 AC Milan 32
    4 Napoli 28
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 Red Bull Leipzig 33
    2 FC Bayern Munich 30
    3 Hertha BSC 27
    4 Hoffenheim 25