Share
(Ilustrasi:IST)

"Tak Perlu Impor Rumput"

Muhammad Indra Nugraha

Kamis, 12 September 2013 - 07:07 wib

BOGOR - Hamparan rumput hijau dari lapangan dengan ukuran panjang 90-120 meter dan lebar 45-90 meter memang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi penikmat sepakbola.
 
Sebab kualitas lapangan dalam banyak aspek, berkorelasi dengan kualitas pertandingan yang dimainkan di lapangan tersebut. Bila kualitas permukaan lapangannya baik, pemain bisa melakukan permainan kaki ke kaki dengan indah. Tapi sebaliknya, bila permukaan lapangan buruk, pemain kesulitan untuk berkreasi karena arah bola kerap tak bisa diprediksi. Tontonan pun jadi kurang menarik.
 
Padahal, untuk mempertahankan lapangan sepakbola agar tetap rata dan nyaman dipergunakan saat pertandingan, sebenarnya mudah, namun perawatannya harus berkala. Hanya faktor biaya, kerap menjadi problem sendiri sehingga kualitas lapangan tak terjaga.
 
Dr. Ir. Nizar Nasrullah M.Agr, dari Departemen Arsitektur Lanskap, Institut Pertanian Bogor (IPB), berbagi pandangannya seputar rumput lapangan sepakbola kepada okezone. Berikut petikannya.
 
Pengamatan anda soal rumput-rumput stadion di Indonesia?
Kalau lapangan bola kita lihat dulu kualitasnya, ada kualitas visual, yaitu rumput yang tampak oleh mata. Kemudian, kualitas fungsional yang menunjukkan kualitasnya, di mana para pemain (sepakbola) bisa bermain dengan baik.
 
Seperti yang saya amati dan pernah teliti ada Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Stadion Padjadjaran (Bogor), Stadion Siliwangi (Bandung). Jadi kualitas lapangan ini beragam, ada yang bagus dan kurang bagus (bukan jelek).
 
Stadion-stadion yang bagus itu kualitasnya bukan prima, seperti si Jalak Harupat (Bandung), GBK, dan Agus Salim di Sumatra Barat. Bisa dilihat dari warna rumput yang homogenitasnya atau tingkat keseragamannya lebih tinggi.
 
Untuk jenis dari fungsional, bisa ditentukan oleh pemeliharaan. Secara keseluruhan yang kami ukur adalah kepegasannya, jadi apabila bola diluncurkan bisa meluncur jauh berarti tingkat kepegasannya kurang tapi kalau meluncurnya sedikit berarti kepegasannya tinggi.
 
Apa jenis rumput yang cocok  di sini?
Apabila pengelola ingin kualitasnya bagus, bisa memilih tekstur yang halus. GBK sendiri memakai rumput manila - bernama latin zoysia matrella- yang halus atau dengan daun ukuran kecil. Di Sleman yang saya tahu memakai rumput golf, itu lebih bagus lagi. Rumput rumput bermuda -cynodon l.c. rich- yang dipakai di situ, memiliki tingkat kehalusan yang lebih tinggi.
 
Bermuda itu asli Indonesia?
Bermuda ada di kita, tapi untuk yang lapangan bola dan golf sepertinya berasal dari luar karena ada yang bernama tifway. Ada pula yang lokal, rumput babat itu juga termasuk rumput bermuda.
 
Jadi sejauh ini rumput-rumput stadion di Indonesia masih impor?
Kalau untuk membangun suatu lapangan, sebenarnya tidak impor karena yang sebelumnya bisa kita garap. Jadi, asal-usulnya saja yang dari luar tapi sudah kita perbanyak di sini. Rumput ini bisa diperbanyak dari sedikit, kita pecah-pecah dan dalam waktu sebulan saja bisa tumbuh lagi menjadi hamparan.
 
Perawatan atau pembibitan banyak memakan biaya banyak?
Rumput tidak memakan biaya banyak, karena di pembibitan hanya dilakukan penyiraman dan diberikan pupuk yang paling murah, urea. Kalau yang mahal itu bila sudah di lapangan, karena pemeliharaan itu komplit seperti penyiraman, pemangkasan, pemupukan itu rutin semuanya.
 
Yang belum dilakukan di kita (Indonesia) adalah pembibitan dari benih atau biji karena lebih praktis. Sayang kita tidak ada produsen benih, dan masih di impor dari Australia.
 
Perbedaan kualitas rumput di Indonesia dengan luar negeri?
Sebenarnya sama tak ada perbedaan, jadi bila mereka memakai kualitas rumput halus maka kita pun kualitasnya akan sama. Mungkin, di luar negeri karena pemeliharaannya lebih sempurna, jadi warna bisa lebih seragam.
 
Struktur lapisan lapangan di stadion?
Jadi ada empat lapisan, pasir, ijuk (sebagai penyaring), batu-batu kecil, dan batu besar pecahan dari batu kali. Paling dasar adalah pipa-pipa drainase, dan hampir banyak stadion di Indonesia sudah seperti itu.
 
Tapi masih ada banyak stadion memiliki genangan air bila hujan turun?
Itu karena medianya sudah padat. Ada tekniknya yaitu aerating dengan menggunakan alatnya bernama aerator. Jadi stadion minimal tiga sebulan dilakukan teknik ini.
 
Dari beberapa stadion yang anda kunjungi, apakah lapangan sudah ditangani oleh ahlinya?
Kelihatannya mereka mengerti, jadi setiap lapangan bola sudah ada pihak yang mengerti dalam pemeliharaan. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya ada faktor nonteknis yang membuat itu semua tidak maksimal, seperti biaya yang tersedia. Kalau ahli secara akademis, tidak seluruhnya namun mereka cukup berpengalaman.
 
Jadi hanya ilmu-ilmunya saja yang perlu di-update, karena alat-alat pemeliharaan, pupuk, dan bahan-bahan pemeliharaannya terus berkembang. Untuk pengurus lapangan sepakbola belum ada training, sedangkan untuk golf lebih sering mengadakan workshop.
 
Teknologi yang diterapkan pada lapangan bola?
Kita belum menggunakan teknologi baru dalam pemeliharaan. Kita masih menggunakan water cannon dengan penyiraman dari pinggir, belum memakai sprinkle yang tersebar di dalam lapangan sepakbola.
 
Rumput Sintetis yang sudah banyak digunakan beberapa stadion luar negeri?
Jadi pemakaian sintetis, biasanya karena faktor rumput yang tak bisa tumbuh atau mengatasi padatnya kompetisi. Bila di kita memakai rumput yang toleran panas, karena bermuda toleran akan panas. Jadi di luar negeri, tiap musimnya akan menggunakan rumput yang berbeda.
 
Efek rumput digunakan selain bermain bola?
Jadi bila lapangan akan dipakai oleh event lainnya, seperti konser. Pengelola akan menghitung jarak dengan digulirnya kompetisi. Rumput yang telah diinjak terlalu banyak, biasanya akan kembali baik dalam sebulan.
 
Gejala rumput yang stres itu adalah berubah berwarna kuning. Waktu pemulihan sendiri, rumput dalam seminggu sudah tumbuh daun baru. Rumput itu tak ada kedaluwarsanya, bila dirawat dengan baik bisa memenuhi kompetisi.
 
Konstruksi lapangan yang baik?
Lapangan yang baik adalah elastis dan tak membuat genangan, dan itu bisa menggunakan media pasir. Semua stadion (di Indonesia) sudah hampir menggunakan hal seperti itu. Bila ingin lapangan tampil prima, jadwal kompetisinya yang harus diatur.
 
Baca juga: 
Ngobrol Rumput Lapangan Bola (2)
Cantik dan Empuk ala Zoysia Matrella
 
Ngobrol Rumput Lapangan Bola (1)
Dari Ocehan Lee Hendrie Sampai "Kebun Kentang" Riedl
klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Manchester United FC 3
    2 Huddersfield Town 3
    3 Tottenham Hotspur FC 3
    4 Manchester City 3
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 Sevilla 0
    2 Alaves 0
    3 Real Madrid CF 0
    4 Las Palmas 0
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 0
    2 Cagliari Calcio 0
    3 Chievo Verona 0
    4 Torino 0
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 SV Werder Bremen 0
    2 FC Koln 0
    3 Bayer Leverkusen 0
    4 Hannover 96 0