Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Wing Play dan Sprint!"

Arpan Rachman , Jurnalis-Senin, 08 Juli 2013 |04:46 WIB
Wing Play dan Sprint!"" />
Caretaker PSM Makassar Imran Amirullah (Foto: Andi Aisyah/Okezone)

MAKASSAR - Menciptakan sebelas peluang matang yang sangat potensial dikonversi menjadi gol, PSM Makassar hanya menuai lima kali panen angka di papan skor Stadion Mattoanging, Makassar, Minggu (7/7/2013).

Menghadapi Arema Indonesia FC dalam pertandingan terakhir di putaran pertama dalam kompetisi Indonesia Premier League (IPL) 2013-14, Pasukan Ramang memetik kemenangan keempat kalinya secara beruntun di kandang sendiri.

Pantauan Okezone di lapangan, pada menit 20 Syamsul Chaeruddin dari sayap kanan memberi umpan lambung tanggung ke Rasyid Bakri. Tapi tendangan voli Rasyid terbang tinggi ke atas gawang. Di menit 28, giliran eksekusi tendangan bebas Syamsul – dari bidang lapangan yang sama – berhasil disongsong Mirko Spasojevic dengan sundulan ke areal kotak penalti. Cuma tembakan Andi Oddang mampu diblok kiper Agus Salim.

“30 menit pertama anak-anak masih terbawa dengan irama permainan lawan. Arema kan cuma memperlambat tempo, sekali lagi kami menghadapi lawan yang berkonsentrasi di pertahanan,” tutur pelatih caretaker Imran Amirullah kepada Okezone, usai pertandingan.

Baru pada menit 33, kesabaran para pemain PSM membongkar pertahanan Arema FC berbuah hasil. Bek kiri Satrio Syam menggiring bola, giringannya ternyata menarik perhatian para pemain belakang lawan. Lini bertahan yang digedor pun mengendur.

Dengan teknik menendang umpan silang sempurna, yang melayang jauh tinggi, melewati belakang punggung tiga bek Arema FC, umpan Satrio menemukan sudut yang pas untuk disambut Andi Oddang. Kendati sempat jatuh terpeleset, striker gaek yang masih produktif itu tinggal menyodorkan kepalanya buat membelokkan arah bola ke gawang.

“Setelah saya sampaikan kepada para pemain bahwa Arema ini cuma memperlambat tempo dan berusaha tidak habis dalam 2x45 menit, maka saya instruksikan, ‘Kalian main wing play, main di sayap! Paksakan untuk main di samping dan ajak lawan sprint (lari cepat) terus,’” Imran mengurai taktiknya secara gamblang.

Jelang akhir babak pertama, kembali Oddang beraksi. Strategi bermain yang indah lewat cara membuka ruang di sayap kanan diperagakan Kaharuddin bekerja sama dengan bek kanan Hendra Wijaya. Sambil mendribel bola, Kahar bergerak masuk. Ketika dua bek lawan mengikuti gerak tipunya, Hendra yang naik membantu serangan, seketika melesat ke luar mencari celah di belakang barisan pertahanan. Model kombinasi Kahar-Hendra ini dikenal dalam latihan sepakbola sebagai “teori keluar-masuk”.

Dalam kotak penalti, di bidang lapangan hampir sejajar garis gawang, Hendra memberi umpan mendatar ke mulut gawang. Oddang tinggal mengayunkan kaki kanannya saja di situ. Gawang Arema FC bobol lagi untuk yang kedua kali.

“Setelah lewat 30 menit sudah ada gol. Nah, itu berarti anak-anak menjalankan instruksi yang saya sampaikan,” ujar Coach Imran pun menutup pembahasan mengenai taktik sepakbola.

Berikutnya, freekick Satrio Syam (menit 66) dan sontekan Rahmat Takalar (73’) serta luncuran mulus syuting Syamsul Chaeruddin (90+’) melengkapi pesta gol PSM 5-0 atas Arema FC, sore tadi pada akhir pekan di Mattoanging.

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement