JAKARTA - Bertempat di kantor PSSI, sore ini komisi disiplin menggelar rapat guna menindak lanjuti insiden memalukan yang dilakukan klub Persibo Bojonegoro. Persibo asal Bojonegoro, Jawa Timur, bertandang ke Hong Kong mengadapi klub Sunray Cave JS Sun Hei hanya dengan membawa 12 pemain karena alasan minimnya dana untuk membawa pemain cadangan lebih banyak.
Sepanjang satu jam pertandingan, lima pemain Persibo cedera hingga tinggal tersisa enam pemain. Wasit Chaya Mahapab yang memimpin jalannya laga di Stadion Mong Kok pun memutuskan menghentikan pertandingan karena aturan internasional mengharuskan satu tim minimal bermain dengan tujuh orang.
"Pekerjaan ini kami tangani sangat serius. Saat ini kami sudah sidang sebelas kali di 5 lokasi. Jakarta, surabaya, cibinong, HK, dan zurich. Pertama 17 april, kedua 24 april, 26 april, 4 mei di FIFA, 8 mei di surabaya di hotel novotel (dihadiri 17 pemain dan ofisial), 9 mei di cibinong (bertemu pemain, chalwa), 17 mei (di jakarta dihadiri 2 pemain), 18 mei (di hongkong), 22 mei, 29 mei 5 juni (tidak ada yang datang) 12 juni baru memberikan putusan," ujar Hinca Pandjaitan.
Dalam pertemuan tadi, Hinca memperlihatkan buku setebal 700 halaman yang berisikan bukti-bukti tindakan indisipliner pemain Persibo. Selain itu, dia juga memutar video pertandingan dan menjelaskan kejadian-kejadian 'aneh' yang terdapat di dalamnya.
Kesimpulan dari investigasi tersebut adalah pemain disuruh berpura-pura cedera oleh "yang berkuasa", seperti Khusnul yakin, bambang pramuji, nur yahya, imam nur cahyo. Para pemain diinstruksikan untuk pura2 cedera saat rehat babak pertama.
Komdis (hincha) mendapatkan semua bukti investigasi dari LO yang menjemput para pemain yang dilakukan selama 2 jam. 2 minggu kemudian setelah kejadian ini, PSSI-nya hongkong mengutarakan penyesalannya terhadap insiden memalukan persibo ini karena tingkah laku ini ditiru oleh pesepakbola anak-anak.
Setelah mengatahui fakta-fakta ini, next step selanjutnya yang akan dicari kebenarannya adalah mengetahui apa tujuan persibo melakukan tindakan memalukan ini. Dengan hasil ini, hinca mengatakan hal ini sebagai bentuk penghinaan luar biasa. Komdis mengutuk perbuatan ini.
Ada beberapa pemain yang dihukum. Hukuman berbeda-beda, mulai larangan bermain dan hukuman percobaan, tapi bagi ofisial, semau dikenakan hukuman seumur hidup dilarang aktif dalam sepakbola.Komdis akan melapor kejadian ini ke AFC dan FIFA untuk mencari tahu apa dasar mereka melakukan itu semua.
(Muhammad Indra Nugraha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.