Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Regulasi Baru FIGC untuk Perangi Rasisme

Achmad Firdaus , Jurnalis-Sabtu, 08 Juni 2013 |17:07 WIB
Regulasi Baru FIGC untuk Perangi Rasisme
Boateng mengenakan kostum untuk memerangi rasisme (Foto: thenewstribe)
A
A
A

ROMA - Federasi sepakbola Italia (FIGC) telah merumuskan regulasi baru untuk memerangi kasus rasialisme yang tengah marak terjadi di Italia. Hukuman berat pun siap menimpa pelaku rasisme.

Dalam pertemuan yang dilakukan Selasa lalu, FIGC akhirnya mengeluarkan beberapa keputusan yang bertujuan untuk memerangi kasus rasialisme yang terjadi di Eropa, khususnya Italia dalam beberapa musim terakhir. Beberapa butir keputusan ini sudah disetujui oleh otoritas sepakbola tertinggi di Eropa (UEFA).

Sebagaimana dikutip Football-Italia, FIGC memutuskan bahwa, “Setiap orang/klub yang terbukti menghina martabat manusia atau sekelompok orang, termasuk alasan terkait dengan warna kulit, ras, agama atau etnis, akan menerima larangan minimal 10 pertandingan atau sanksi lain yang dianggap tepat.”

Hukuman ini dua kali lipat lebih berat jika dibandingkan tahun lalu yang hanya lima pertandingan. Sementara jika sejumlah suporter terlibat dalam aksi rasisme, maka klub akan menerima hukuman penutupan sebagian stadion mereka.

Jika hukuman yang pertama tidak membuat jera, dan klub atau suporter kembali melakukan aksi rasis untuk kali kedua, maka FIGC akan memberikan denda sebesar 50 ribu euro dan pertandingan terpaksa digelar dengan kondisi tertutup (tanpa disaksikan penonton).

Sementara itu, berbagai aksi intimidasi (rasis) lainnya akan dihukum menggelar laga tertutup lebih dari satu laga, dinyatakan kalah, pengurangan poin bahkan jika perlu didiskualifikasi dari kompetisi.

Sementara yang terakhir, jika kasusnya pertandingan dihentikan oleh wasit karena aksi rasis atau ada perilaku diskriminatif, maka klub yang menjadi korban aksi rasis tersebut, otomatis dinyatakan sebagai pemenang, atau istilahnya menang Walk Out (WO).

Sepanjang musim lalu, kompetisi sepakbola Italia, dalam hal ini Serie A memang kerap diwarnai aksi rasisme. Dua punggawa AC Milan, Kevin Prince Boateng dan Mario Balotelli merupakan beberapa di antara banyak pemain yang pernah jadi korban ejekan rasis fans lawan.

Follow @bola_okezone untuk mendapatkan update seputar sepakbola

(Achmad Firdaus)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement