Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Jelang Borussia Dortmund vs Bayern Munich

3 Pilar Penentu Minim Sorotan

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 23 Mei 2013 |21:12 WIB
3 Pilar Penentu Minim Sorotan
Roman Weidenfeller & Kevin Grosskreutz (Foto: ist)
A
A
A

JAKARTA – Arjen Robben, Franck Ribéry dan Bastian Schweinsteiger di kubu Bayern Munich serta Marco Reus dan Robert Lewandowski di pihak Borussia Dortmund, jelas akan mendapat perhatian lebih dari jutaan pasang mata di stadion maupun layar kaca pada final Liga Champions, Minggu dini hari mendatang.
 
Sementara yang lainnya, terbilang hanya dilihat sebelah mata. Padahal tak jarang dari nama-nama yang minim disorot, acap mempersembahkan kontribusi yang tak ternilai harganya. Berikut dua pilar Dortmund dan satu punggawa Bayern yang jarang jadi perhatian namun punya peran besar sepanjang musim ini di Eropa.
 
Kevin Grosskreutz (Borussia Dortmund)
Semusim ini, nama Grosskreutz tak tertangkap radar highlight publik sebagai pemain kunci. Apalagi mittelfeld (gelandang) berusia 24 tahun ini lebih sering menjadi ‘ban serep' Mario Götze. Tapi lantaran Götze dipastikan absen dihantam cedera dan musim depan hengkang ke Bayern, Grosskreutz akan jadi momok bagi sisi kiri pertahanan Bayern yang digalang Hauptmann (kapten) Philipp Lahm.
 
Potensi untuk menjadi X-Factor di final kali ini terbilang besar, lebih-lebih jika Grosskreutz sudah padu 100 persen dengan Reus di lini tengah Dortmund. Campuran keduanya akan jadi ancaman nyata bagi Raksasa Bavaria dengan memaksimalkan kecepatan serangan balik.
 
Luiz Gustavo (Bayern Munich)
Gustavo kerap tenggelam di bangku cadangan kala Schweinsteiger tengah bugar-bugarnya. Tapi jangan salah, Gustavo sering menjadi pembeda dan bahkan pemain kunci yang menentukan untuk perjalanan Die Roten ke final. Kendati posisi aslinya merupakan holding-midfielder, tapi Gustavo juga cakap membantu serangan.
 
Namun menghadapi Dortmund, Gustavo nampaknya tetap harus mengawasi areanya sendiri untuk mengadang counter-attack Dortmund saat lini depan Bayern kehilangan bola. Terutama, untuk menyulitkan pergerakan Ilkay Gündogan dan Lewandowski. Setelah itu, Gustavo sanggup bertransformasi menjadi jembatan penghubung barisan belakang untuk menyerang, ketika bola sudah dikuasai kembali demi memberi tekanan hebat berikutnya.
 
Roman Weidenfeller (Borussia Dortmund)
Sebelum Bayern bisa melakoni selebrasi usai mengoyak jaring Dortmund, mereka harus lebih dulu merobohkan tangguhnya sang Kapten, Roman Weidenfeller sebagai garda mistar gawang. Diharapkan, Weidenfeller sanggup mengulangi kegemilangan Petr Cech di kubu Chelsea, saat meladeni gempuran-gempuran Bayern di partai puncak musim lalu.
 
Walau bertindak sebagai pemimpin tim, Weidenfeller kurang disorot lantaran untuk posisi kiper, Manuel Neuer di pihak Bayern yang lebih banyak dikenal publik. Tak bisa disalahakan memang di antara keduanya, Neuer lebih populer karena juga menyandang posisi torwart (kiper) utama tim nasional Jerman.
 
Namun dari segi statistik penyelamatan, Weidenfeller bisa lebih berbangga. Pemain berusia 32 tahun ini mengoleksi banyak penyelamatan apik kala menghadapi Malaga dan Real Madrid di babak knock-out. Tidak hanya terhadap situasi serangan, tapi juga kondisi ancaman penalti. Bukan kebetulan, penalti terakhir yang digagalkan Weidenfeller datangnya dari Bayern dengan Arjen Robben sebagai algojonya.

(Randy Wirayudha)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement