BANDUNG - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar meminta bobotoh memamerkan kreativitas daripada berbuat anarkis saat timnya menjamu Persepam United sore ini di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Ia yakin, bobotoh yang ada saat ini sudah jauh lebih dewasa. Itu berbeda dengan citra bobotoh yang dulu dikenal sering rusuh di stadion atau luar stadion.
"Saya yakin bobotoh sekarang sudah tertib dan dewasa. Saya harap mereka menampilkan berbagai kreativitas saat mendukung Persib berlaga," kata Umuh kepada Okezone di Bandung, Minggu (19/5/2013).
Ia pun meminta bobotoh kembali menyuguhkan hiburan seperti yang terlihat dalam laga Persib vs Persela Lamongan pekan lalu. Saat ini, bobotoh tampil cukup kreatif dengan menampilkan berbagai koreografi.
Tak hanya itu, stadion juga berwarna karena mereka membawa sejumlah kertas berwarna biru dan putih. Sehingga di tribun sesekali seperti ada kain berwarna biru-putih yang terbentang. Yel-yel pemacu semangat juga terus terdengar sepanjang laga.
"Seperti kemarin itu kan bagus ada koreografi dan segala macam. Itu menunjukkan ciri khas bobotoh, cirik has Bandung dan Jabar yang kreatif," jelas Umuh.
Tapi secara khusus, ia meminta agar bobotoh tidak membawa dan menyalakan petasan saat pertandingan berlangsung. "Kalau mau nyalain petasan jangan saat pertandingan, itu bisa mengganggu jalannya pertandingan," pintanya.
Ia juga meminta agar bobotoh tidak melakukan perusakan di area Stadion Si Jalak Harupat. "Bagaimana pun itu stadion aset kita semua, aset bobotoh meskipun ada di Kabupaten Bandung," paparnya.
Jika ternyata bobotoh melakukan perusakan, ia khawatir Persib tak diizinkan lagi pengelola untuk tampil di stadion itu. "Nanti kalau tidak dikasih pinjam stadion, kan masalah juga buat Persib," tandas Umuh.
(Auzan Julikar Sutedjo)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.