ROMA - Mario Balotelli secara tegas menyatakan bahwa dirinya akan pergi meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes bila ia menjadi korban rasial. Keinginan pemain AC Milan itu pun mendapat peringatan keras dari Asosiasi Wasit Italia (AIA).
Pernyataan dari Balotelli itu terjadi usai dirinya mendapat tindakan rasial dari para pendukung AS Roma saat AC Milan melawan I Lupi, pekan lalu. Kekesalan pemain yang baru saja membuat akun Twitter beralamatkan @FinallyMario itu memang beralasan.
Pasalnya, bukan kali ini saja dirinya mendapatkan tindakkan rasial dari suporter lawan. Oleh karena itu, pemain berusia 22 tahun itu mulai saat ini siap menyatakan perang dengan aksi rasial lewat meninggalkan lapangan.
Akan tetapi, Presiden AIA, Marcello Nicchi meminta Balotelli untuk tidak melakukan hal tersebut. Pasalnya, mantan pemain Manchester City itu harus mengikuti peraturan yang ada dan tak bisa seenaknya pergi keluar meninggalkan pertandingan.
“Semua pihak bebas untuk mengeluarkan opininya, tapi ada sebuah peraturan. Siapa pun yang pergi meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes, tanpa memberi tahu wasit atau tanpa digantikan oleh pemain lain, maka akan di kartu merah," tegas Nicchi seperti dilansir Goal, Sabtu (18/5/2013).
“Yang terpenting adalah apa yang dapat dilakukan secara realistis, yaitu dengan bersikap tegar dan tidak berkompromi dengan para idiot yang melontarkan nyanyian-nyanyian memalukan tersebut," sambungnya.
Tak ingin ketinggalan berita sepakbola? Follow @bola_okezone
(Muhammad Indra Nugraha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.