Inilah Tuntutan Klub Divisi Utama LPIS

|

Ridwan Anshori - Koran SI

YOGYAKARTA - Klub-klub Divisi Utama LPIS menuntut 2 hal kepada operator kompetisi PT LPIS. Klub-klub yang mengatasnamakan Forum Klub Divisi Utama LPIS meminta agar tim Divisi Utama LPIS mendapat jatah promosi ke ISL sebanyak dua tim. Tuntutan yang kedua adalah mendesak agar PT LPIS segera memberikan subsidi kepada klub.

Dua tuntutan itu tertuang dalam surat pernyataan sikap atas situasi kompetisi Divisi Utama LPIS hasil dari rapat koordinasi di Yogyakarta. Surat bernomor 01/FK-LPIS/V/2013 ditandatangani 11 klub dengan ketua Supardjiono selaku Manager PSS Sleman.

Surat tersebut ditujukan kepada CEO PT. LPIS Wijayanto dan tembusan kepada Tembusan Ketua Umum PSSI Djohar Arifi Husein, Wakil Ketua Umum PSSI La Nyala Mataliti, Eksekutif Komite bidang Kompetisi Erwin Dwi Budiawan dan CEO PT. Liga Indonesia.

Anggota Rokhman Supriyadi yang juga Manager Persibangga Purbalingga mengatakan, pernyataan sikap tersebut sebagai respon atas situasi kompetisi Divisi Utama LPIS yang saat ini sedang bergulir.

"Hasil pertemuan di Yogyakarta, ada dua hal pokok yang menjadi tuntutan Forum Divisi Utama LPIS kepada operator liga," kata dia, Minggu (12/5/2013).

Rokhman menyatakan, seluruh klub Divisi Utama LPIS meminta pernyataan tertulis dari LPIS yang ditandatangani oleh CEO antara lain berisikan ada jatah promosi pada kompetisi Divisi Utama LPIS Tahun 2013 ini ke kasta tertinggi pada musim kompetisi tahun 2014 yaitu ISL.

"Dua tim Divisi Utama LPIS harus promosi. Masing-masing satu jatah promosi otomatis dan satu jatah promosi melalui play off antara peringkat kedua kompetisi Divisi utama LPIS melawan peringkat 3 IPL yang sama-sama berada dalam naungan operator LPIS," jelasnya.

Forum juga mendesak agar PT LPIS menjamin kompetisi akan berjalan sampai akhir, tidak ada tim yang berhenti berkompetisi di tengah jalannya kompetisi. "Poin yang tidak kalah pentingnya adalah mendesak agar PT LPIS segera memberikan bantuan dana subsidi ke klub-klub peserta Divisi utama LPIS 2013," tegasnya.

Rokhman menjelaskan keputusan yang dihasilkan Forum Divisi Utama LPIS ini berdasarkan regulasi kompetisi Divisi utama LPIS yang tidak jelas. "Terbukti dengan penyususnan jadwal yang tidak sesuai kaidah olahraga sepakbola terutama faktor kebugaran atlet untuk masa recovery antara satu pertandingan dengan pertandingan lainnya khususnya untuk pertandingan antar pulau, serta tidak jelasnya status promosi,"ungkapnya.

Forum juga menyoroti berbagai hal seperti jumlah peserta yang tiba-tiba berubah jumlah dan masuknya klub peserta baru di tengah-tengah perjalanan kompetisi yang sudah bergulir (Persenga Nganjuk dan Medan Jaya). "Selain itu, tidak direalisasikannya pencairan dana subsidi keuangan oleh LPIS untuk membantu klub-klub peserta kompetisi seperti yang sudah dijanjikan LPIS pada saat menjelang bergulirnya kompetisi," katanya.

Forum juga mengancam jika tuntutan di atas tidak dapat dipenuhi LPIS, maka akan menindaklanjuti dengan menemui Ketua Umum PSSI, Eksekutif Komite PSSI bidang kompetisi, dan PT Liga Indonesia. "Kalau PT LPIS tidak memenuhi, kami meminta agar kami dikelola oleh PT Liga Indonesia yang sudah terbukti mampu mengelola kompetisi dengan baik," pungkasnya.

Pernyataan sikap dihadiri 11 klub (anggota forum) yang diketuai Suparjiono (PSS Sleman) dan Sekertaris Totok Subihandono (PSBI Blitar). Anggota terdiri dari Borgo Pane (Persires Banjarnegara), Rokhman Supriyadi (Persibangga Purbalingga), Suhaimi  (Persekap Pasuruan), Samsuri  (PPSM Magelang), Aser Waroy (Persewon Wondama), Sulaiman Uswanah (Persifa Fak-fak), Soekarno Putro (Persenga Nganjuk), Widayat (Persipon Pontianak) dan Wawan Ruslan (Persikab Kabupaten Bandung). (acf)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Semangat Menggebu Persib Kalahkan Mitra Kukar