SOLO - Laga Persis Solo versis LPIS kontra PPSM Magelang yang sedianya dihelat di Stadion Manahan Solo, Sore ini (12/5/2013), resmi batal. PPSM resmi mundur dari keikutsertaannya di Divisi Utama LPIS. Mundurnya tim berjuluk Macan Tidar ini menjadi kerugian bagi Persis LPIS.
Jika laga kontra PPSM tetap dilanjutkan, maka tiga poin di atas kertas berada dalam genggaman tim Laskar Sambernyawa. Pasalnya, dalam sejarah head to head kedua tim saat Persis berstatus sebagai tuan rumah, kemenangan selalu menjadi milik tim asal Kota Solo. Namun, batalnya laga tersebut membuat tiga poin menjadi terbang melayang.
Merugian lainnya, jika PPSM tidak datang, seharusnya Persis LPSI mendapat kemenangan otomatis alias menang WO. Namun, atas dasar pertimbangan tertentu, PT LPIS enggan memberikan poin cuma-cuma kepada tim yang berhome base di Stadion Manahan tersebut.
Tak heran dengan kondisi ini, Manager Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi sangat menyayangkan calon rivalnya tersebut mundur sebelum berperang.
"Mereka (PPSM Magelang) memang sudah resmi mengundurkan diri dari kompetisi. Ini memag sangat disayangkan," katanya, Sabtu (11/5/2013).
Wajar jika Persis LPIS sangat menyayangkan PPSM mundur. Pasalnya, tiga poin sangat berarti untuk terus mengekor pemuncak klasemen sementara, PPS Sleman. Defisit poin antara Persis LPIS dengan tim Elang Jawa hanya 3 poin. Jika menang otomatis raihan Persis dengan PSS sama, yakni 12 poin.
Namun di sisi lain, Persis LPIS juga memberikan rasa empati kepada PPSM yang memilih jalannya, mengundurkan diri dari Divisi Utama LPIS. Managemen tim kebanggaan publik Solo juga menyayangkan terjadinya pengelolaan kompetisi yang terkesan amburadul ini.
"Seharusnya PT LPIS tidak boleh membiarkan kontestan mundur. Artinya, PT LPIS harus segera mewujudkan janjinya memberikan Rp500 juta kepada setiap kontestan sebagai modal mengarungi kompetisi," jelas Joni.
Dia menyatakan, persoalan krisis finansial tidak hanya dialami PPSM, namun juga sebagain klub yang ada di bawah naungannya. "Jadi, setiap klub harus segera diberikan subsidi tersebut, karena mengikuti kompetisi membutuhkan dana yang besar," imbuhnya.
Seputar resmi mundurnya PPSM ini tertuang dalam Surat Bernomor 0456/MSA.PPSM/V/2013 yang ditandatangani CEO PT MSA|PPSM Magelang H.Muhammad Yusuf Chudori. Surat berupa Permohonan Mundur dari Kompetisi Divisi Utama LPIS ini ditujukan kepada CEO PT LPIS dan sudah diterima Departement Kompetisi LPIS di Jakarta.
(Muhammad Indra Nugraha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.