PSS-Persibangga 'Dihadiahi' Kalah WO

|

Ridwan Anshori - Koran SI

SLEMAN - PSS Sleman dan Persibangga menjadi korban kesemrawutan Divisi Utama LPIS. Kedua tim harus menerima kekalahan WO dari Persifa Fak Fak hanya karena kesulitan mendapatkan tiket penerbangan ke Papua.

Di tabel klasemen Divisi Utama LPIS Grup 2, PSS Sleman tercatat sudah menjalani 5 laga dengan rincian 4 kali memang dan 1 kali kalah. Artinya, sekali kalah itu didapatkan dari kekalahan WO atas Persifa.

Begitu juga dengan Persibangga yang juga tercatat sudah menjalani 5 laga, masing-masing 3 kali menang dan 2 kali kalah. Dua kali kalah dihasilkan saat takluk 0-2 dari PSS Sleman dan kalah WO dari Persifa.

Meski sudah dinyatakan kalah WO, namun kedua tim sampai detik ini, kedua tim belum menerima surat resmi dari operator liga PT LPIS atas kekalahan WO yang diterimanya. "Faktanya, kami belum pernah kalah. Empat laga yang kami jalani, kami menangi semua," ujarnya, Kamis (9/5/2013).

Rumadi pantas mempertanyakan atas kekalahan 'tidak wajar' dari Persifa.  "Faktanya juga sampai saat ini surat WO dari LPIS juga turun. Namun mengapa kok (PSS) dianggap sudah menelan sekali kalah. Ini yang kita pertanyakan," jelasnya.

Atas kondisi ini, PSS Sleman bernisiatif mengundang semua konstestan Divisi Utama Grup 2 untuk membahas banyak hal, salah satunya berkaitan dengan kalah WO. Belum ada keterangan resmi dari managemen PSS seputar koodinasi tim-tim menyikapi hal tersebut.

Namun, CEO Persibangga Sportama Rohman Supriyadi mengungkapkan rapar koordinasi konstestan Divisi Utama LPIS Grup 2 digelar di Sleman, PSS Sleman berlaku sebagai tuan rumah dalam rapat koordinasi tersebut. "Ya, besok (hari ini) tim-tim berangkat ke Sleman membahas kesemrawutan jadwal dan manual liga," ungkapnya.

Menurut dia, banyak hal yang perlu dibicarakan menyangkut jadwal dan manual liga, termasuk tim yang dihukum dengan kekalahan WO hanya karena kesulitan mendapatkan tiket penerbangan ke Fak Fak. "Banyak hal yang bakal dibahas, salah satunya mekanisme pemberian kalah WO," ujarnya.

Rohman menegaskan, sangat tidak adil jika tim yang sebenarnya sudah sangat berniat berangkat ke Fak Fak, namun terbentut ketidaan pesawat yang bisa mengangkut pemain dan kru ke sana.

"Sangat lucu kalau hadiah WO diberikan. Kalau itu (kalah WO) tetap diberikan, nanti ada 10 tim yang terpaksa harus menerima kekalahan WO dari Persifa. Jadi tanpa mengeluarkan keringat pun, Persifa bisa nangkring di papan atas karena menang WO sebanyak 10 kali," papar dia.

Follow @bola_okezone untuk mendapatkan info seputar sepakbola
(dit)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Negara Lain Semakin di Depan, Indonesia Malah Tertinggal