Bom Boston Uji hubungan AS-Rusia

Selasa, 23 April 2013 - 11:31 wib | Wahyu Dwi Anggoro - Okezone

Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev (Foto: Sky News) Tamerlan dan Dzhokhar Tsarnaev (Foto: Sky News) BOSTON – Serangan bom Boston dianggap dapat menjadi batu pijakan untuk memperbaiki hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Rusia. Saat ini hubungan kedua negara memang memburuk.

Rusia sempat berang dengan AS karena mencampuri kasus kematian pengacara Rusia Sergei Magnitsky. Negeri Beruang Merah itu juga memprotes pembangunan Perisai Misil Eropa yang dilakukan AS.

Sedangkan AS mengecam sikap Rusia yang membantu rezim Bashar al Assad di Suriah. Dukungan Rusia terhadap Assad dianggap emnghambat berakhirnya konflik di Negara Arab itu.

“Peristiwa bom Boston membuat kedua negara mengevaluasi kembali hubungan mereka. Rusia merasa pelaku bom Boston mungkin saja melakukan serangan terornya jika ada kesempatan,” terang ahli intelijen Rusia, Andrew Kuchins, seperti dikutip Associated Press.


Presiden Vladimir Putin dikabarkan menjadi pemimpin dunia pertama yang menghubungi Presiden Barack Obama saat bom Boston terjadi. Putin menawarkan bantuan kepada Obama untuk menyelidiki serangan bom tersebut.

Rusia dilaporkan telah mengawasi salah satu pelaku bom Boston Tamerlan Tsarnaev sejak lama. Mereka bahkan disebut sempat memperingatkan ancaman dari Tamerlan kepada FBI, 2011 lalu.

 

 

 
(ade)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »