Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Santon: Bukan Salah Saya Terlahir Sebagai Fan Milan

Aditya Putra , Jurnalis-Kamis, 21 Maret 2013 |21:25 WIB
Santon: Bukan Salah Saya Terlahir Sebagai <i>Fan</i> Milan
Wingback Newcastle United, Davide Santon. (Foto: Reuters)
A
A
A

Sebagian besar orang Indonesia merasa makanan kurang lengkap tanpa sambal. Namun, tidak diketahui pasti siapa yang pertama kali menemukan sambal sebagai bumbu pendamping.

 Baca Juga: 3 Gejala Dehidrasi yang Perlu Diketahui

Menurut skripsi "Sejarah Sambal Nusantara pada masa Kolonial (1850-1942)", sambal diperkirakan sudah ada sejak masa Jawa Kuno dengan menggunakan rempah asli Nusantara seperti Cabya atau cabai Jawa. Meski demikian, jenis cabai ini berbeda dengan cabe rawit yang menjadi bahan dasar sambal saat ini. Skripsi ini menelusuri sejarah sambal di Nusantara pada masa kolonial antara 1850-1942.

 Baca Juga: 4 Obat Herbal untuk Bantu Atasi Flu Pasca-Mudik

Pada abad ke-16, cabai capsicum masuk ke Nusantara berkat pelaut Spanyol dari Amerika Selatan. Masyarakat Indonesia kemudian mulai menggunakan cabai ini sebagai bahan pembuatan sambal dan meninggalkan cabya karena dianggap lebih enak. Selain cabai, jahe, andaliman, dan cabya juga digunakan sebagai rempah tradisional dalam pembuatan sambal.

Simak selengkapnya di Infografis!

(Aditya Putra)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement