Comeback Terhebat di Knock Out Champions

Rabu, 13 Maret 2013 - 11:29 wib | Auzan Julikar Sutedjo - Okezone

Juan Carlos Valeron dkk. bergembira di tengah kesedihan Clarence Seedorf/Ist Juan Carlos Valeron dkk. bergembira di tengah kesedihan Clarence Seedorf/Ist BARCELONA – Sebelum Barcelona membantai AC Milan 4-0, ada empat comeback hebat lainnya di fase knock out Liga Champions, yakni kemenangan Deportivo La Coruna atas AC Milan 4-0, kemenangan AS Monaco atas Real Madrid 3-1, kemenangan Barcelona atas Chelsea 5-1 dan kemenangan Chelsea atas Napoli 4-1.
 
Perempatfinal 2003/2004
23/3/2004 Leg I AC Milan 4 – 1 Deportivo La Coruna (Kaka 45’, 49’, Shevchenko 46’, Pirlo 53’; Pandiani 11’)
8/4/2004 Leg II Deportivo La Coruna 4 – 0 AC Milan (Pandiani 5’, Valeron 34, Luque 44’, Fran 76’)
Sebelum leg II, pelatih Deportivo La Coruna, Javier Irureta, pasrah dan pesimistis. “Jalan yang ada sungguh rumit, sulit dan menantang. Tapi di sepak bola keajaiban kerap terjadi, dari hal yang Anda pikir secara rasional tidak mungkin terjadi,” kata Irureta.
 
Luar biasanya keajaiban benar-benar terjadi. Super Depor sudah unggul 3-0 sebelum jeda dan tambahan satu gol lagi dari Fran Gonzalez di menit ke-76 membuat La Coruna unggul 4-0.
 
Perempatfinal 2003/2004
24/4/2004 Leg I Real Madrid 4 – 2 AS Monaco (Helguera 51’, Zidane 69’, Figo 76’, Ronaldo 81’; Squillaci 43’, Morientes 83’)
6/4/2004 Leg II AS Monaco 3 – 1 Real Madrid (Giuly 45’, 68’, Morientes 48’;Raul 35’)
Warsa 2004 memang anomali bagi sepakbola Eropa. Yunani menjuarai Euro, Porto menjadi kampiun Liga Champions, AS Monaco menjadi finalis LC dan Deportivo La Coruna menyingkirkan AC Milan di perempatfinal LC setelah kalah 1-4 di leg pertama.
 
Sebelum ke final, AS Monaco secara mengejutkan mengandaskan Real Madrid yang kala itu masih dijuluki Los Galacticos di perempatfinal. Fernando Morientes jadi pahlawan Monaco, padahal statusnya adalah pemain pinjaman dari El Real. “Saya senang Monaco lolos. Tapi saya punya teman di Madrid yang pasti akan melalui masa-masa yang sulit,” kata Morientes.
 
Perempatfinal 1999/2000
3/8/2000 Leg I Chelsea 3 – 1 Barcelona (Flo 30’, 38’, Zola 34’; Figo 64’)
18/4/2000 Leg II Barcelona 5 – 1 Chelsea (Rivaldo 24’, (pen) 97’, Figo 45’, Dani 83’, Kluivert 104’;Flo 60’)
Sebelum kedatangan Roman Abramovich, Chelsea bukanlah kekuatan yang diperhitungkan di arena Liga Champions. “Kami bermain dengan sempurna di laga itu,” kata Luis Figo yang saat itu masih berkostum Barcelona. “Kami melakukan apa yang sebenarnya tak ingin kami lakukan: bertahan secara negatif,” kata Gianluca Vialli, pelatih Chelsea ketika itu seusai leg II.
 
 
Babak 16 Besar 2011/2012
21/2/2012 Leg I Napoli 3 – 1 Chelsea (Lavezzi 38’, 65’, Cavani 65’; Mata 27’ )
14/3/2012 Leg II Chelsea 4 – 1 Napoli (Drogba 28’, Terry 47’, Lampard (pen) 75’, Ivanovic 105’; Inler 55’)
Pergantian pelatih jadi kunci comeback Chelsea. Kekalahan The Blues di Naples jadi laga Eropa terakhir Andre Villas-Boas di Chelsea. Roman Abramovich pun menggantinya dengan Roberto Di Matteo. “Saya punya beberapa malam yang hebat tapi yang satu ini akan masuk buku sejarah,” kata Di Matteo.
(auz)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

Facebook Comment List

BACA JUGA »