MADRID - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho membuka kembali kisah manisnya bersama Inter Milan. Menurut Mou -panggilan Mourinho-, dua tahun mengarsiteki Nerazzurri merupakan salah satu pengalaman terbaik dalam kariernya sebagai pelatih.
Mou mulai bergabung dengan Inter pada musim 2008/09 silam, menggantikan allenatore terdahulu, Roberto Mancini. Di bawah arahannya, Inter meraih prestasi mengesankan pada musim 2009/10, yaitu meraih tiga gelar sekaligus, Scudetto, Coppa Italia, dan Liga Champions. Sejak itu, nama Mou pun kian lekat di hati fans Nerazzurri.
“Saya datang ke Inter, yang merupakan lebih dari sekadar klub. Mereka adalah keluarga, yang sebelumnya tak pernah saya temukan dalam sepakbola. Inter merupakan keluarga yang hebat, dan itu adalah keluarganya Moratti. Saya memiliki dua tahun fantastis,” ujar Mourinho kepada RMC, seperti dilansir Football-Italia, Kamis (24/1/2014).
“Kami memenangi Treble, dan (sebelumnya) saya memang merasa akan memberi sesuatu bagi keluarga, sesuatu yang telah ditunggu-tunggu. Itu adalah mimpi bagi presiden Massimo Moratti. Bagi saya, menjadi pemimpin skuad yang berhasil mewujudkan mimpinya benar-benar fantastis,” sambung pelatih yang menjuluki dirinya The Only One tersebut.
Usai membawa Nerazzuri meraih treble, Mou memutuskan untuk pergi dari Italia. Namun, mantan pelatih Porto dan Chelsea tersebut akan selalu mengenang Inter sebagai tempat terindah yang pernah ia tinggali. “Inter tetaplah rumah saya. Saat saya pergi, setiap orang menangis,” pungkas pelatih bernama lengkap Jose Mario dos Santos Mourinho Felix itu.
(Aditya Putra)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.