MILAN – Kepala Bidang Transfer Inter Milan, Marco Branca, menjelaskan alasan mengapa klubnya memutuskan untuk menjual Mario Balotelli dan Mattia Destro, yang notabene merupakan pemain muda berpotensi.
Kini, Balotelli dan Destro menjadi andalan Timnas Italia di bawah asuhan Cesare Prandelli dan kedua striker itu diyakini bakal menjadi andalan Azzurri di Piala Dunia 2014 di Brasil.
Namun, Nerazzurri memutuskan menjual Balotelli ke Manchester City pada musim panas 2010. Inter kemudian juga melepas Destro ke Genoa di tahun yang sama. Menurut Branca, musim panas 2009 Inter belanja pemain begitu banyak dan demi menyeimbangkan keuangan, diperlukan pengorbanan untuk menjual beberapa pemain.
"Mario pergi menyusul kesuksesan kami meraih treble winners," kata Branca, seperti Sky Sport Italia, Selasa (4/9/2012). "Bahkan setelah itu, kami harus berpikir tentang keuangan,” lanjutnya.
"Jika bursa transfer pada saat itu hanya bisa menawarkan kemungkinan untuk memberikan uang, maka Anda harus membuat pengorbanan kecil," ucapnya.
Balotelli dijual seharga 22 juta euro, sementara Destro dikirim ke Genoa sebagai bagian dari kesepakatan mendatangkan Andrea Ranocchia. Saat itu, skuad La Beneamata kekurangan pemain bertahan, sehingga harus memilih mengambil Ranocchia dan melepas Destro.
"Kami menjual Destro karena darurat pertahanan," beber mantan pemain depan Inter ini. "Kami harus melakukan investasi untuk seorang bek asal Italia yang kuat dan muda untuk masa depan,” tambahnya.
"Dalam rangka untuk mendapatkan Ranocchia, kami harus mengorbankan Destro. Dinamika itu adalah benar-benar sederhana," pungkasnya.
(Windi Wicaksono)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.