JAKARTA - Rencana akan ada uang saku besar untuk para pemain tim nasional (timnas) Indonesia selama menjalani masa pelatihan nasional (platnas), sepertinya belum bisa direalisasikan. Hal ini sempat mencuat, setelah ada janji yang dilontarkan manajer timnas baru, Habil Marati.
Ya, awalnya tersiar kabar jika Habil yang ditunjuk sebagai suksesor Ramadhan Pohan ditubuh manajer timnas, akan memberikan dana besar selama proses platnas. Habil sempat menyatakan, jika dirinya akan memberikan uang satu sebesar Rp. 1 juta per hari kepada pemain-pemain yang mengikuti proses platnas.
Adapun pernyataan itu dikeluarkan, menurut Habil saat itu, agar para pemain-pemain yang berkompetisi di Indonesia Super Leagua (ISL) mau bergabung dalam platnas timnas Merah Putih. Tapi, apa yang disampaikan Habil sebelumnya seolah dibantah, saat kembali dikonfirmasi ulang, dirinya menegaskan jika hal itu baru sebatas ide yang akan disampaikan kepada PSSI.
"Itu bukan janji, tapi masih sebatas ide yang akan disampaikan kepada manajemen timnas dan juga PSSI. Kami tentu bisa saja memberikan pendapat jika itu demi kebaikan timnas, tapi kembali lagi apakah PSSI akan memberikan persetujuan atas ide yang kita berikan," ungkap Habil, saat dihubungi wartawan, kemarin.
Timnas Merah Putih memang sedang mengalami kejolak akhir-akhir ini. Setelah sempat diperkuat beberapa pemain ISL seperti Bambang Pamungkas (Persija),trio Sriwijaya FC (SFC) seperti Ponaryo Astaman, Firman Utina, M. Ridwan, dan Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), platnas timnas Merah Putih kembali ditinggal para pemain tersebut.
Kelimanya terpaksa kembali keklubnya masing-masing karena dinilai tidak sejalan dengan sikap klub terkaid kepengurusan PSSI. Seperti yang telah diketahui bersama, klub-klub ISL telah kompak berada dalam satu payung di bawah komando PSSI versi KPSI pimpinan La Nyalla M Mattalitti sebagai ketua umumnya.
"Ide yang saya sampaikan itu tentu awalnya ingin memberikan meyakinkan pemain-pemain tersebut bisa kembali lagi kedalam pelatihan timnas. Jika mereka-mereka bisa bergabung saya yakin timnas akan lebih solid," papar Habil.
"Tapi saya tergaskan kembali, soal rencana uang saku Rp. 1 juta per hari baru sebatas ide yang akan saya sampaikan kepada PSSI sebagai otoritas tertingg. Ya semoga saja apa yang saya sampaikan itu bisa mendapatkan respon positif dari PSSI sendiri," sambungnya.
Selain itu, Habil yang akan mengawal perjalanan timnas Merah Putih selama persiapan berlaga di Piala AFF 2012, November mendatang, juga memberikan komentarnya soal telah dibentuknya timnas buatan PSSI versi KPSI. Soal itu, Habil menegaskan jika mana timnas yang memiliki legalitas dimata AFC dan FIFA saja yang akan disertakan bertanding.
Jika ada pihak-pihak yang ingin membentuk timnas Merah Putih tandingan atau apapun namany, Habil hanya mempersilahkan saja. Dan pada akhirnya nanti timnas bentukan siapa yang akan diakui AFC dan FIFA, ya itulah yang akan berlaga di Piala AFF yang akan diputar di Malaysia dan Thailand.
"Soal adanya timnas bentukan lain, ya kami terus bepergang jika hanya PSSI yang memiliki legalitas dari AFC dan FIFA. Silahkan saja orang lain diluaran sama membentuk timnas atau membuat apapun, tadi selama legalitasnya ada di kami, mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa juga," papar Habil.
(Muhammad Indra Nugraha)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.