Logo IPL (foto:Ist)

Bakal Lebih Efisien

Kukuh Setiawan

Jum'at, 27 Juli 2012 - 05:20 wib

BOJONEGORO — Kondisi keuangan yang sangat tidak bagus musim Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012 lalu, membuat beberapa klub menerapkan efisiensi musim depan. Terutama klub yang berpengalaman dengan krisis finansial, berupaya menghindari belanja dalam jumlah besar.
 
Format kompetisi memang belum ditentukan sejauh ini. Tapi beberapa klub di Jawa Timur sudah mempunyai ancang-ancang terkait format tim nantinya. Termasuk Persibo Bojonegoro dan Persema Malang yang hingga kini belum mampu menggaji pemainnya.
 
Keduanya menjadi klub yang paling tidak beruntung di Jawa Timur dibanding klub IPL lain seperti Persebaya Surabaya dan Arema Malang. Hanya mengandalkan dana dari Konsorsium LPI, Persema dan Persibo nyaris kolaps di akhir musim.
 
Hingga kini mereka belum tahu apakah konsorsium nantinya kembali menyuplai dana sebagai persiapan musim depan. Yang pasti, Persibo dan Persema menyatakan tidan mau menyerah dan tetap mempersiapkan tim untuk musim berikutnya. 
 
“Pastinya kami tidak akan merekrut banyak pemain. Mungkin sekitar 25% atau maksimal 30% pemain baru. Sedangkan sisanya masih memakai pemain lama karena kami melihat masih ada potensi untuk berkembang dengan banyaknya pemain muda,” ungkap Nur Yahya, Manajer Persibo.
 
Sejak ditangani pelatih Paulo Camargo, Laskar Angling Dharma memang lebih mengandalkan pemain lokal. Sejumlah pemain bahkan masih cukup muda dan bisa menjadi aset berharga untuk klub. Kondisi itulah yang membuat Persibo bisa sedikit mengirit belanja pemain.
 
“Kami rencananya hanya belanja pemain berkualitas yang benar-benar kami butuhkan. Banyak pemain musim lalu yang memuaskan dan sangat layak dipertahankan. Dengan begitu kami tidak terlalu membutuhkan dana besar untuk membenahi tim,” terangnya.
 
Informasi yang ada, Persibo bakal memberikan prioritas pemain yang membela timnas untuk diperpanjang kontraknya. Setelah itu baru pemain berpangalaman yang masih potensial, sekaligus pemain muda yang mempunyai masa depan menjanjikan.
 
Hal yang sama juga dialami Persema Malang. Setelah musim ini hancur lebur dihajar krisis keuangan, tim yang berkandang di Stadion Gajayana pasarah dengan keadaan. Ambisi untuk mendatangkan pemain bintang pun sama sekali tidak terdengar.
 
Malah Persema bisa berisiko kehilangan pemainnya karena hingga kini belum menerima pembayaran gaji. Menghadapi itu, CEO Persema Didied Poernawan mengatakan Persema bisa mengoptimalkan kekuatan pemain mudanya musim depan.
 
 “Saya memprediksi Persema tidak akan kesulitan mencari pemain. Kami mempunyai banyak pemain muda menjanjikan di level U-21 yang mulai diorbitkan musim lalu. Jadi mungkin saja musim depan kami akan memakai mereka di tim utama,” ungkap Didied.
 
Dirinya mengakui, belum adanya kepastian berapa modal yang akan dimiliki Persema menjadi kendala tersendiri untuk membangun tim. “Kami tidak tahu apakah nanti bisa belanja pemain atau tidak. Sejauh ini modal kami hanya optimistis saja,” selorohnya.
klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Chelsea FC 93
    2 Tottenham Hotspur FC 86
    3 Manchester City 78
    4 Liverpool 76
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 Real Madrid CF 93
    2 FC Barcelona 90
    3 Athletic Madrid 78
    4 Sevilla 72
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 91
    2 AS Roma 87
    3 Napoli 86
    4 Atalanta BC 72
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 FC Bayern Munich 82
    2 Red Bull Leipzig 67
    3 Borussia Dortmund 64
    4 Hoffenheim 62