LONDON - Inggris punya catatan buruk dalam sejarah adu penalti. Stuart Pearce, pelatih tim Inggris Raya yang akan diturunkan pada Olimpiade London 2012 juga pernah punya pengalaman pahit ketika masih menjadi pilar Three Lions. Kenangan pahit itu membuatnya serius mempersiapkan timnya untuk menghadapi situasi adu penalti.
Dampaknya Jack Butland, kiper utama Inggris dipaksa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin di bawah mistar gawang menghadapi algojo di titik putih. Sedikitnya, Butland harus menghadapi 300 tendangan dari spot 16 pas, dalam latihan.
Bila menengok statistik kekalahan Inggris dalam adu penalti sejak 1990, mungkin persiapan itu tidak bisa dibilang berlebihan, apalagi Euro 2012 yang baru berlalu, Inggris terdepak setelah kalah penalti dari Italia di perempatfinal.
Dari tujuh adu penalti, Inggris takluk enam kali kali. Satu kemenangan diraih Inggris saat di perempatfinal Euro 1996, menghadapi Spanyol. Kala itu Stuart Pearce begitu terkenang dengan selebrasinya yang sangat emosional setelah menaklukan Zubizarreta. Maklum dia menghadapi titik putih setelah kegagalannya mengeksekusi penalti menghadapi Jerman Barat di semifinal Piala Dunia 1990.
Tapi di semifinal Euro 1996, Stuart Pearce dkk kembali diadang Jerman, dan kembali takluk. Kali ini Gareth Southgate menjadi pesakitan karena gagal menaklukan Andreas Kopke.
Rentetan kegagalan itu membuat Pearce begitu serius mempersiapkan tim. Setiap sesi latihan, menu penalti selalu disisipkan oleh mantan bek Manchester City itu.”Tentu saja kami melatih itu.Setiap skuad yang saya tangani sejak menjadi pelatih Inggris U-21, kami selalu memperhatikan data penalti,” kata Stuart Pearce, dikutip The Sun.
Butland sendiri dianggap sudah cukup menunjukkan penampilan menjanjikan dengan porsi latihan menahan penalti yang mencapai hingga 300 kali, latihan yang juga dilahap oleh Jason Steele, kiper lain Inggris Raya.
“Tentu kami serius berlatih penalti, karena sekali lagi pada tahun ini Inggris tersingkir dari turnamen karena kalah dari penalti, kekalahan keenam dalam delapan tahun. Saya tidak bisa mempercaya situasi itu.”
(Fitra Iskandar)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.