Persibo (Foto: Koran SINDO)
BANTUL—Persibo Bojonegoro menganggap kekalahan dari Persiba Bantul di Indonesian Premier League (IPL), Rabu (11/7), sebagai angin lalu. Kekalahan itu tidak begitu digubris berlebihan karena konsentrasi Persibo justru ada di pertandingan final Piala Indonesia kontra Semen Padang, Sabtu (14/7).
Apa yang terlihat di tim berjuluk Laskar Angling Dharma menunjukkan ada perbedaan konsentrasi antara IPL dan final Piala Indonesia. Pada pertandingan kontra Persiba yang ditangani Asisten Pelatih Wanderley Junior, Persibo mengambil risiko dengan menyimpan sejumlah pemain intinya.
Di starting eleven, tidak terlihat pemain berpengalaman macam Mekan Nashirov, Leke Anderson, Hary Syaputra, hingga Samsul Arif. Gustavo Hernan Ortiz yang sejatinya bisa diturunkan walau terkendala kebugaran, juga tidak dimasukkan line up. Hanya Jairon Feliciano yang mewakili pemain impor di tim Persibo.
Dari situ sudah jelas Wanderley ingin memberikan penekanan pada pertandingan final nanti. Visinya jelas, tim yang turun kontra Semen Padang lebih fresh dan terkonsentrasi penuh. Persibo juga tidak terlalu banyak mengeluh setelah dikalahkan Persiba, walau sempat menyinggur ketidaknetralan wasit.
“Benar, ada perbedaan konsentrasi dan kami memang sepenuhnya terfokus mempersiapkan tim ke final Piala Indonesia. Tidak mungkin kami memaksa pemain untuk bagus di setiap pertandingan dengan sibuknya jadwal di akhir kompetisi,” jelas Manajer Persibo Nur Yahya.
Lagipula, katanya, pertandingan final nanti merupakan sejarah baru bagi Laskar Angling Dharma dan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Walau Semen Padang secara teknis lebih tangguh dan diunggulkan, namun tim kebanggaan Kota Ledre ini tidak akan rendah diri begitu saja.
Sayangnya, hingga kemarin belum ada kabar apakah pelatih Paulo Camargo bakal mendampingi tim di laga besok. Manajemen berharap Camargo bisa kembali bersama tim pada laga final, tapi sang pelatih belum memberikan kepastian perihal kembalinya ke Indonesia.
Di tangan Wanderley Junior sebenarnya Persibo tak terlalu buruk. Dari tiga pertandingan terakhir, Wanderley hanya menderita sekali kalah. Dua lainnya dimenangkan, yakni leg kedua semifinal Piala Indonesia kontra PPSM Magelang dan kemenangan 4-2 di laga home lawan Bontang FC.
“Namun saya tetap ingin pelatih ada bersama tim. Keberadaan Paulo Camargo akan memberikan tambahan motivasi untuk pemain. Sebenarnya apa pun yang terjadi, tim tetap ingin memenangkan pertandingan. Tapi kami membutuhkan pelatih untuk memberikan motivasi,” ucap Wanderley Junior.
Selama diambilalih Wanderley Junior, Persibo juga tidak mengalami perubahan berarti. Formasi 3-4-3 sekaligus naluri menyerang tetap diperagakan Samsul Arif dkk. Gaya kepelatihan Wanderley pun hampir mirip dengan Camargo terutama pendekatan strategi di lapangan.
Dia juga berharap pemain tidak berat hati menyikapi kekalahan di laga melawan Persiba. Wanderley menilai permainan timnya sudah sangat bagus dan sempat mengimbangi perlawanan tuan rumah. Asisten pelatih asal Brasil ini optimistis pemainnya bisa bangkit.
“Saya yakin anak-anak bakal lebih termotivasi dan lebih baik klarena pertandingan final beda dengan pertandingan biasa. Ini pertandingan yang bersejarah, sehingga semua yang yang ada di tim ini ingin memberikan yang terbaik,” ungkapnya.
(Kukuh Setiawan/Koran SI/raw)