Parade juara Chelsea (Foto: Reuters)

Meraba Rencana Sang Jawara Eropa

Achmad Firdaus

Selasa, 22 Mei 2012 - 11:46 wib

CHELSEA baru saja mentasbihkan diri sebagai jawara baru di kancah Liga Champions 2011-2012. Akan berbagai masalah kini tengah dihadapi sang penguasa baru Eropa.

Klub asal Ibu Kota Inggris akhirnya punya wakil dalam daftar pemenang gelaran turnamen paling prestisius benua biru, Liga Champions. Chelsea sukses menundukkan raksasa Jerman Bayern Munich lewat drama adu penalti 4-3 (1-1).

Sudah menjadi hal yang wajar bila sebuah tim juara akan berupaya mempertahankan para pemain yang memiliki kontribusi besar di balik sukses klub. Namun, hal tersebut nampaknya tidak akan dilakukan The Blues, yang kemungkinan melepas para pahlawannya.

Roberto Di Matteo
Ditugaskan menggantikan posisi Andre Villas Boas yang dipecat per-4 Maret 2012, Di Matteo mendapat tugas berat, yakni membangkitkan The Blues yang tengah terpuruk.

Menyandang status caretaker atau pelatih sementara hingga akhir musim, Di Matteo langsung menunjukkan kematangannya sebagai pelatih. Langkah pertama yang dilakukannya adalah dengan memperbaiki hubungan dengan para pemain terutama para punggawa senior yang sempat terpinggirkan di era AVB.

Pendekatan ini pun terbilang jitu, pemain kawakan seperti Frank Lampard, John Terry dan Didier Drogba mulai menaruh respek kepada Di Matteo karena mereka kembali mendapatkan kepercayaan.

Imbasnya, perlahan tapi pasti Chelsea mulai menunjukkan grafik menanjak. Empat pertandingan pertama dilalui Di Matteo dengan meraih kemenangan, termasuk sukses membawa Chelsea melaju ke perempatfinal Liga Champions.

Peluang Chelsea untuk lolos ke perempatfinal sebelumnnya diprediksi telah musnah, menyusul kekalahan 1-3 dari Napoli pada leg pertama babak 16 besar. Namun, Di Matteo sukses membalikkan prediksi tersebut. Dia membawa Chelsea menyamakan agregat dengan kemenangan 3-1 di Stamford Bridge dan akhirnya lolos berkat gol Branislav Ivanovic di masa perpanjangan waktu.

Mulai dari situ, Di Matteo terus mendapatkan kepercayaan dari para pemain. Chelsea pun tak disangka terus melaju hingga final Liga Champions, setelah sebelumnya menundukkan Benfica (perempatfinal) dan juara bertahan, Barcelona di semifinal. Puncaknya Di Matteo mengantar The Blues merebut gelar perdana di Liga Champions, sejak klub berdiri, 107 tahun silam.

Sebelum merengkuh trofi yang paling diidam-idamkan sang pemilik klub, Roman Abramovich, Di Matteo terlebih dulu memberikan gelar juara FA Cup usai menundukkan Liverpool di laga final. Total, dari 21 laga yang dimainkannya, Di Matteo memiliki rekor cukup apik, yakni 14 kemenangan, 4 imbang dan hanya tiga kali kalah.

Dengan torehan double winners hanya dalam kurun waktu tiga bulan, banyak kalangan menilai Di Matteo pantas mendapatkan reward berupa kontrak permanen di Chelsea.

Namun, kabar yang berhembus justru sebaliknya. Sebelum menjuarai Liga Champoions, media-media Inggris mengklaim Di Matteo akan tetap didepak, terlepas dia sukses atau tidak.

Sang bos, Abramovich dikabarkan lebih tertarik merekrut pelatih kawakan. Mantan arsitek Timnas Inggris, Fabio Capello jadi incaran utama. Namun, dengan kabar penolakan yang dilontarkan Capello beberapa waktu lalu, kini peluang Di Matteo untuk mendapatkan status permanen, cukup terbuka, meski tidak bisa dipastikan.

Petinggi Chelsea sendiri masih enggan terbuka soal masa depan mantan arsitek West Bromwich Albion tersebut. Mereka hanya berjanji bila masa depan Di Matteo akan segerra diketahui dalam kurun sepekan ke depan.

Didier Drogba

Tak hanya Di Matteo, masa depan sang pahlawan The Blues di laga final Didier Drogba juga masih abu-abu. Kontrak pemain yang jadi penentu juara Chelsea lewat tandukan (yang menyamakan kedudukan) dan eksekutor pamungkas Chelsea di babak adu penalti ini akan habis pada akhir musim ini.

Isunya, Drogba juga akan dilepas sebagai bagian dari rencana Abramovich untuk merombak skuad Chelsea dengan merekrut pemain bintang lain, yang tentunya lebih muda.

Drogba sendiri nampaknya sudah siap meninggalkan Stamford Bridge. Baru-baru ini striker 34 tahun asal Pantai Gading ini menyatakan keinginannya untuk hengkang ke klub lain, karena tak ingin jadi cadangan di musim depan.

Akan tetapi, kemungkinan Drogba hengkang pada bursa transfer musim panas ini tipis. Desakan dari fans untuk mempertahankan Drogba membuat manajemen klub berpikir dua kali untuk melepasnya. Sama seperti Di Matteo, kontrak Drogba juga akan dibicarakan dalam sepekan ke depan.

Fernando Torres
Bomber termahal ini tampil lumayan bagus di bawah arahan Di Matteo. Namun, El Nino mengaku kecewa karena tak mendapatkan porsi bermain yang diinginkannya. Laga final menjadi puncak kekecewaan bomber internasional Spanyol ini.

Di laga final, Torres kecewa karena tidak dimainkan sebagai starter dan hanya baru dimainkan pada enam menit terakhir (menit ke-84). Dalam drama adu penalti, Torres juga tidak dipercaya jadi eksekutor, padahal dia sempat mengajukan diri.

Hal inilah yang membuat Torres mempertimbangkan untuk meninggalkan Chelsea, akhir musim ini. Akan tetapi, baru-baru ini pihak The Blues menyatakan bakal teta mempertahankannya.

Terlepas dari para pemain yang akan meninggalkan klub, Chelsea juga sudah punya rencana untuk memperkuat skuadnya di musim depan. Roman Abramovich kabarnya siap kembali menggelontorkan dana besar agar skuadnya bisa tampil kompetitif baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

Sejauh ini, manajemen klub memang belum mau terbuka soal pemain-pemain yang jadi incarannya di bursa transfer musim panas ini. Namun, ada dua nama yang tengah serius dipantau The Blues. Mereka adalah bomber Atletico Madrid, Radamel Falcao dan bintang muda Lille, Eden Hazard.
klasemen
  • Liga Inggris
    Tim Poin
    1 Chelsea FC 78
    2 Tottenham Hotspur FC 74
    3 Liverpool 66
    4 Manchester City 65
  • Liga Spanyol
    Tim Poin
    1 FC Barcelona 78
    2 Real Madrid CF 78
    3 Athletic Madrid 68
    4 Sevilla 68
  • Liga Italia
    Tim Poin
    1 Juventus 83
    2 AS Roma 75
    3 Napoli 71
    4 Lazio 64
  • Liga Jerman
    Tim Poin
    1 FC Bayern Munich 69
    2 Red Bull Leipzig 61
    3 Hoffenheim 54
    4 Borussia Dortmund 53