Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyelesaian Krisis Keuangan Klub Tidak Serentak

Decky Irawan Jasri , Jurnalis-Senin, 07 Mei 2012 |18:47 WIB
Penyelesaian Krisis Keuangan Klub Tidak Serentak
A
A
A

JAKARTA – Masalah krisis finansial yang melanda klub-klub Indonesia Premier League (IPL) dan Divisi Utama, memasuki babak baru. Kabar terakhir, sudah ada klub-klub yang masalah keuangannya terselesaikan. Tapi di sisi lain ada juga klub-klub yang masih terbelit krisis sampai berbulan-bulan.

Persema Malang memang jadi klub pendobrak yang berani menuturkan soal adanya krisis finansial di klub-klub peserta IPL. Saat itu, manajemen Laskar Ken Arok, julukan Persema, menuturkan, jika klubnya sudah dua bulan lamanya tidak mendapat kucuran dana dari pihak konsorsium.

Tidak tanggung-tanggung, Persema tidak lagi mendapat kucuran dana dengan kisaran Rp70 juta sampai Rp80 juta, untuk menjalankan biaya oprasional tim. Tapi, dari kabar terbaru yang diterima, manajemen mengaku jika pihak konsorsium sudah membayarkan sebagian besar tunggakan tersebut.

Menurut manajer Persema, Asmuri, konsorsium sudah menyelesaikan semua tunggakan yang terjadi sampai 90 persen. Dan saat ini, kendala-kendala yang dialami Bima Sakti dkk dalam beberapa bulan terakhir, sudah bisa diatasi dengan baik.

“Alhamdulilah, sudah cair. Sudah dibagikan, meski tidak semuanya. Ya kira-kira sudah dibayarkan sekitar 90 persen. Untuk yang 10 persennya hanya hal-hal kecil saja. Kami bersyukur, sekarang semuanya sudah kembali normal,” ungkap Asmuri.

Harapan besar agar masalah di dua bulan sebelumnya tidak lagi terulang, juga disampaikan manajemen Laskar Ken Arok. Karena persoalan itu sangat-sangat menganggu internal klub dalam dua bulan terakhir. Jika hal-hal itu terus berjalan, tentu saja akan kembali mempersulit seluruh elemen tim Persema.

Jika Persema sudah menyelesaikan masalahnya dengan pihak konsorsium, tidak begitu Persis Solo. Laskar Samber Nyawa, julukan Persis, masih berkutat dengan krisis yang saat ini sudah berjalan tiga bulan lamanya. Dari kabar terakhir yang berkembang, para pemain Persis akan mogok main, saat Persis bertemu PPSM KN Magelang, Rabu (9/5).

“Saya belum jelas memang kabarnya soal apa. Tapi saat saya berdiskusi dengan asisten pelatih, pemain menyatakan tidak ingin berlatih. Sore ini. Saya berencana untuk kumpulkan semua pemain. Karena kabarnya masalah belum dibayarnya gaji sampai tiga bulan lamanya, yang jadi alasan para pemain ingin mogok,” papar pelatih Persis, Junaidi.

Adanya tindak lanjut atau bentuk perhatian dari pihak konsorsium, sangat diharapkan seluruh awak Persis menurut Junaidi. Mantan pelatih Persijap Jepara ini menuturkan, apapun yang disampaikan pihak konsorsium pasti akan menjadi satu pegangan yang kuat bagi pemain.

“Seharusnya ada datang perwakilan dari konsorsium ke klub. Mereka harusnya menyampaikan kenapa masalah ini bisa terjadi. Itu dilakukan, supaya pemain memiliki pegangan. Karena sampai saat ini, pemain meresa takut kalau gaji yang sudah menunggak selama tiga bulan itu tidak akan dibayarkan,” tandas bang Jun, sapaan akrab Junaidi.

(Fitra Iskandar)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement