Pemain U-15 Kab.Bogor usai meraih gelar juara umum di ajang Manchester United Premier Cup tahun lalu. (Foto:Ist)
BOGOR – Majunya sepakbola di wilayah Kabupaten Bogor tidak lepas dari adanya sebuah Forum Komunikasi Sekolah Sepakbola (FK-SSB). Sebuah forum yang terus mencetak pemain handal dan juga mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Banyaknya pemain-pemain sepakbola di Indonesia pasti tidak lepas dari munculnya beberapa Sekolah Sepakbola (SSB), namun seefektif apakah kehadiran mereka?. Nah, di Kabupaten Bogor agar semua SSB berjalan dengan baik, maka dibentuklah FK-SSB.
Pengawasan yang dilakukan oleh FK-SSB antara lain, menyeragamkan kurikulum antara SSB dan mengajarkan bagaimana cara bermain sepakbola yang benar. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh ketua FK-SSB Kab. Bogor Yadi Mulyadi AR.
“Kita ingin adanya kualitas permainan pesepakbola sejak kecil. Jadi, nantinya mereka tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di lapangan sepakbola. Tentunya, hal itu akan membuat dunia sepakbola di Indonesia akan lebih baik dari sekarang,” ungkapnya kepada Okezone, Jumat (6/4/2012).
“Kita pun ingin semua SSB di Kabupaten Bogor sama kurikulumnya. Jadi, misalkan di SSB ini umur sekian sudah diajarkan menyundul bola, tapi di SSB lain belum. Nah, kita tidak ingin seperti itu, jadi bisa dibilang seperti sekolah yang kurikulum tiap sekolah itu sama,” sambungnya.
Saking antusiasnya para SSB yang ingin bergabung dengan forum ini, tak terasa sudah berjumlah hingga 72 SSB dari wilayah Kab.Bogor. Namun, Mulyadi menegaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh SSB bila ingin bergabung dengan forum yang sudah berumur belasan tahun ini.
“Hingga saat ini ada sekitar 72 SSB dari Kab (Bogor) yang telah bergabung ke forum ini. Namun, masih banyak yang ingin bergabung bahkan dari wilayah Depok pun ada,” katanya.
“Namun ada syarat-syarat yang perlu dipenuhi untuk bisa masuk di sini. Antara lain, wajib memiliki lapangan sendiri, para pemainnya berumur dari 8-15 tahun dan harus di data secara benar, terakhir para pelatihnya memiliki lisensi. Tapi, bila belum memiliki (lisensi) akan kita bantu bimbing,” tambah Mulyadi.
Hebatnya, forum ini tidak hanya mengawasi para SSB yang ada, tapi juga memberikan sebuah kompetisi yang rutin tiap tahunnya. Tak lain demi tersalurkannya bakat-bakat para pemain di sebuah kompetisi dan juga SSB itu sendiri.
“Setiap tahunnya kita bikin kompetisi yang dinamakan FK-SSB yang terdiri dari divisi utama dan divisi satu. Jadi, misalkan SSB tersebut berprestasi dengan baik maka akan naik ke Divisi utama,” ujarnya.
Untuk prestasi sendiri forum ini sudah tidak disangsikan lagi, bahkan bukan hanya di wilayah Bogor saja melainkan ke luar negeri. Tahun lalu mereka meraih juara umum U-15 Manchester United Premier Cup (MUPC) tingkat Indonesia dan lolos ke tingkat Asia di Thailand. Sayangnya, langkah SSB Kab. Bogor terhenti di semi-final dan menempati peringkat ketiga.
“Tahun kemarin kita wakilkan Indonesia pada ajang MUPC di Thailand. Sebelum kesana kita berhasil mengalahkan puluhan SSB dari berbagai wilayah di Indonesia,” ungkapnya.
Prestasi gemilang juga diraih oleh salah satu pemain asal SSB Putra Parung, Azis Nurdin.Mulyadi menuturkan bila Azis berhasil menjadi kapten dan membawa Indonesia U-15 juara Piala Pelajar Asia pada September lalu.
“Azis adalah salah satu pemain yang cukup berprestasi dari Kabupaten Bogor, yang sekarang sedang magang di Persikabo. Selain itu ada Rendy yang berhasil mengikuti coaching clinic 10 hari di sekolah Arsenal di Jakarta,” ujarnya.
“Kita pasti memberikan arahan kepada mereka dan membantu karier sepakbola para anak-anak di SSB. Namun, semua kembali kepada mereka apakah mau serius dan ikut bersaing,” tandasnya. (min)